Kamis, 12 Februari 2026 - 08:10 WIB
Jakarta, VIVA –Kasus yang melibatkan penjahat kejahatan seksual, Jeffrey Epstein kembali menjadi sorotan publik. Hal ini bermula dari pernyataan anggota partai Demokrat Ro Khana terkait dengan adanya enam pria yang ditutupi tanpa penjelasan dalam Epstein File.
Hal ini bermula saat dirinya dan anggota DPR Partai Republik, Thomas Massie diberi akses meninjau berkas Epstein File tanpa sensor di ruang baca aman milik Departemen Kehakiman AS (DOJ).
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Ada enam pria kaya dan berkuasa yang disembunyikan DOJ tanpa alasan yang jelas. Saat saya dan anggota Kongres Massie menyampaikan hal ini kepada Departemen Kehakiman, mereka mengakui kesalahan tersebut dan kemudian membuka identitas enam pria berpengaruh ini,” ujar Khanna dikutip dari laman New York Times, Kamis 12 Februari 2026.
Namun kurang dari 24 jam, Ro Khanna pada Selasa waktu AS berhasil mengungkap nama enam pria kaya dan berpengaruh yang menurutnya kemungkinan terlibat dalam berkas-berkas kasus Jeffrey Epstein.
Dari keenam nama tersebut salah satu yang menjadi sorotan luas global adalah Sultan Ahmed bin Sulayem. Lantas siapakah dia dan seperti apa keterkaitannya dengan Epstein?
Melansir laman Economic Times, Sultan Ahmed bin Sulayem adalah Group Chairman dan CEO dari DP World yang bergerak di bidang logistic. Dia juga memiliki jabatan sebagai ketua Ports, Custome and Free Zone Corporation dengan operasi yang mencakup lebih dari 80 negara.
Selain itu, Sultan Ahmed bin Sulayem juga memiliki jabatan sebagai Ketua Kamar Dagang Internasional Dubai serta Anggota Eksekutif Dubai, Otoritas Pajak Federal UEA, Dewan Zona Bebas Dubai dan Nakheel PJSC.
Pengusaha dan Miliarder asal UEA ini diketahui pernah dianugerahi gelar doctor kehormatan dair Middlesex University Dubai pada tahun 2008 dan memiliki gelar sarjana ekonomi dari Temple University, AS.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Kasus Epstein
Sultan Ahmed bin Sulayem diketahui bertukar banyak pesan yang mengganggu dan bermuatan seksual dengan Epstein selama lebih dari satu dekade, bahkan setelah Epstein divonis bersalah pada 2008 atas kasus meminta anak di bawah umur untuk prostitusi, menurut dokumen tersebut.
Halaman Selanjutnya
Dalam sebuah email pada September 2015, eksekutif bisnis berpengaruh asal Dubai itu membanggakan hubungannya dengan seorang pelajar pertukaran asing.

3 weeks ago
7










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

