Makassar, VIVA – Perkembangan teknologi mulai memainkan peran penting dalam dunia pendidikan maritim, terutama dalam proses pelatihan calon pelaut. Salah satu yang kini semakin banyak digunakan adalah simulator, yang membantu peserta memahami berbagai kondisi pelayaran tanpa harus langsung berada di laut.
Penggunaan simulator dianggap mampu memberikan gambaran situasi nyata yang mungkin dihadapi saat bekerja di kapal. Teknologi ini juga menjadi bagian dari upaya meningkatkan kualitas sumber daya manusia di sektor transportasi laut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Politeknik Maritim AMI Makassar menjadi salah satu institusi yang mengandalkan teknologi tersebut dalam kegiatan belajar mengajar. Penerapan simulator dilakukan dengan mengacu pada standar nasional dan internasional yang berlaku di bidang kepelautan.
Direktur Politeknik Maritim AMI Makassar, Amrin menyebut penggunaan simulator bukan sekadar pelengkap pembelajaran. “Kami menerapkan standar STCW secara konsisten dengan melengkapi politeknik menggunakan simulator berkualitas tinggi yang bisa dipakai untuk pelatihan dan asesmen,” ujarnya.
Pemanfaatan simulator dinilai membuat proses pendidikan lebih terukur karena kemampuan taruna dapat dievaluasi melalui simulasi yang mendekati kondisi nyata. Metode ini juga membantu meningkatkan kesiapan lulusan sebelum terjun ke dunia kerja.
Jenis simulator yang digunakan pun beragam, mulai dari simulasi dasar hingga sistem dengan teknologi lanjutan. Perkembangan ini mencerminkan adaptasi pendidikan maritim terhadap kemajuan teknologi global.
![]()
Dukungan industri menjadi salah satu faktor penting dalam penyediaan perangkat tersebut. MultiIntegra Technology Group tercatat telah bekerja sama dengan Politeknik Maritim AMI Makassar selama lebih dari 15 tahun dalam penyediaan teknologi pelatihan.
CEO MultiIntegra Technology Group, Aloys Sutarto, menjelaskan pendekatan yang dilakukan perusahaannya dalam menyediakan simulator. “Kami menyediakan berbagai jenis simulator, dari part task hingga mixed reality, agar lembaga pendidikan bisa menyesuaikan dengan kebutuhannya,” kata Aloys, dikutip dari keterangan resmi, Kamis 12 Februari 2026.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurutnya, teknologi simulator terus berkembang seiring dengan perubahan di sektor maritim. Namun, penerapannya tetap perlu disesuaikan agar tidak membebani lembaga pendidikan.
Penggunaan simulator juga dinilai relevan dengan tantangan masa depan transportasi laut. Isu keberlanjutan, digitalisasi, dan otomasi mendorong dunia pendidikan untuk terus menyesuaikan metode pelatihan.
FBTI Unika Atma Jaya Perkuat Posisi sebagai Pusat Biosains dan Teknologi
Fakultas Biosains, Teknologi, dan Inovasi Unika Atma Jaya terus memperkuat posisinya sebagai pusat pendidikan yang berfokus pada pengembangan ilmu pengetahuan.
VIVA.co.id
9 Februari 2026

3 weeks ago
13










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

