VIVA – Pelatih Como 1907, Cesc Fabregas, menegaskan bahwa kesuksesan klubnya bukan semata-mata karena dukungan finansial pemilik asal Indonesia.
Pernyataan itu disampaikan Fabregas saat menanggapi anggapan bahwa lonjakan prestasi Como lebih dipengaruhi besarnya investasi dibanding kualitas pembinaan tim setelah berhasil membawa klub tersebut promosi dari Serie B ke Serie A hingga tampil di Liga Champions hanya dalam tiga tahun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Como saat ini dimiliki Djarum Group melalui perusahaan investasi yang berbasis di London, SENT Entertainment. Kepemilikan tersebut membuat perjalanan Como kerap menjadi perhatian publik Indonesia.
Dalam wawancaranya dengan La Gazzetta dello Sport, Fabregas tidak membantah bahwa Como menggelontorkan dana untuk memperkuat skuad. Namun, ia menilai keberhasilan klub tidak bisa diukur hanya dari besarnya pengeluaran.
"Benar bahwa Como mengeluarkan uang, tetapi pertumbuhan klub ini berjalan dengan kecepatan yang terus terang belum pernah terjadi sebelumnya," kata Fabregas.
Mantan gelandang Arsenal itu kemudian membandingkan perjalanan Como dengan sejumlah klub besar Eropa yang membutuhkan waktu jauh lebih lama untuk meraih kesuksesan.
"Paris Saint-Germain menghabiskan ratusan juta dan menunggu 15 tahun sebelum memenangi Liga Champions, sementara Arsenal harus menunggu tujuh tahun untuk juara Premier League. Saya tidak melihat berapa uang yang dibelanjakan, melainkan bagaimana mengeluarkan yang terbaik dari skuad dan tiap individu," ujarnya.
Fabregas juga mengungkapkan bahwa beban gaji Como masih berada di bawah banyak klub Serie A. Menurutnya, terdapat delapan hingga sembilan klub di kasta tertinggi Liga Italia yang memiliki pengeluaran gaji lebih besar dibanding Como.
Dengan kata lain, Como bahkan belum masuk jajaran 10 besar klub dengan belanja gaji tertinggi di Serie A meski mampu berkembang pesat dalam beberapa musim terakhir.
Keberhasilan tersebut membuat Fabregas menjadi salah satu pelatih yang banyak diminati klub-klub besar Italia. Dalam 12 bulan terakhir, ia dikabarkan sempat didekati Inter Milan, AC Milan, Napoli, dan AS Roma.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Meski demikian, pelatih asal Spanyol itu menegaskan tidak pernah berniat meninggalkan proyek yang sedang dibangunnya di Como.
"Ketika saya membuat keputusan, saya tidak mengubahnya, jadi saya memang tidak mungkin meninggalkan Como," katanya.
Perkembangan Terbaru Transfer Justin Hubner ke Klub Langganan Liga Champions: Pelatih Kesemsem dengan Bek Timnas Indones
Rumor kepindahan bek Timnas Indonesia, Justin Hubner, ke klub Azerbaijan, Qarabag FK, memasuki perkembangan terbaru. Nama pemain Fortuna Sittard itu disebut menjadi salah
VIVA.co.id
10 Agustus 2026

2 weeks ago
12
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

