VIVA – Kegagalan Timnas Indonesia di ASEAN Championship 2026 atau Piala AFF 2026 meninggalkan luka mendalam bagi para pemain. Salah satunya Marc Klok yang mengaku sangat terpukul setelah perjuangan skuad Garuda kembali berakhir tanpa trofi.
Klok mencurahkan isi hatinya melalui unggahan di Instagram pribadinya. Gelandang Persib Bandung itu mengaku sulit menerima kenyataan setelah Timnas Indonesia gagal melangkah ke semifinal.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Klok menjadi salah satu pemain yang selalu dipercaya tampil dalam empat pertandingan Timnas Indonesia di fase grup Piala AFF 2026. Ia menjadi bagian penting di lini tengah dan beberapa kali berduet dengan Ivar Jenner.
Namun, perjuangan tersebut tidak berbuah hasil yang diharapkan.
Timnas Indonesia kalah telak 0-3 dari Vietnam sebelum hanya mampu bermain imbang 1-1 melawan Singapura pada pertandingan terakhir. Hasil tersebut membuat skuad asuhan John Herdman mengoleksi tujuh poin dan finis di posisi ketiga Grup A.
Kegagalan itu sekaligus memperpanjang penantian Indonesia untuk meraih trofi Piala AFF. Bagi Klok, kegagalan kali ini terasa semakin menyakitkan.
"Hancur rasanya. Sungguh menyakitkan. Benar-benar menyakitkan," tulis Klok.
Klok telah memperkuat Timnas Indonesia pada dua edisi Piala AFF, yakni 2022 dan 2026. Namun, kedua turnamen tersebut sama-sama berakhir dengan kegagalan.
Menurut Klok, perjuangan di Piala AFF 2026 bukan hanya tentang dirinya maupun para pemain. Ada harapan besar dari masyarakat Indonesia yang membuat setiap pertandingan memiliki arti lebih.
"Turnamen dan trofi ini bukan tentang kami. Ini tentang kalian semua dan generasi mendatang. Tentang membuktikan bahwa segalanya mungkin terjadi jika kita percaya dan mau berjuang untuk mewujudkannya," tulisnya.
Klok mengakui rasa kecewa semakin besar karena seluruh pemain dan staf merasa sudah memberikan kemampuan terbaik sepanjang persiapan hingga pertandingan. Ia menilai tidak ada satu pun anggota tim yang tidak berjuang untuk membawa Indonesia meraih prestasi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Kami tersingkir dan lagi-lagi, kami gagal mengangkat trofi itu. Kami telah mengerahkan segalanya. Setiap orang dari kami. Setiap anggota tim, baik pemain maupun staf," sambungnya.
Namun, kerja keras tersebut pada akhirnya belum cukup untuk membawa Indonesia lolos dari fase grup.
Halaman Selanjutnya
"Kami sudah memberikan segalanya hingga titik penghabisan. Namun, itu tetap saja belum cukup," ujarnya.

2 weeks ago
10
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

