Jakarta, VIVA – Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah (Mendikdasmen) Abdul Mu’ti angkat bicara mengenai 995 senjata yang ditemukan di sebuah sekolah swasta di kawasan Jakarta Selatan.
Dia mengaku telah berkomunikasi dengan pihak sekolah terkait temuan tersebut. Saat ini, aparat penegak hukum juga sedang menyelesaikan persoalan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Kami sudah komunikasi, kami sudah komunikasi dengan pihak-pihak terkait dan sedang dicari jalan keluarnya,” kata Mu’ti kepada wartawan di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta Pusat, Selasa, 11 Agustus 2026.
Mu’ti mengatakan pihaknya berkomitmen menjadikan sekolah sebagai tempat belajar yang aman dan nyaman.
“Intinya begini, pertama, kalau kami di Kemendikdasmen itu kan berkomitmen untuk sekolah menjadi rumah kedua bagi anak-anak sehingga mereka tetap bisa belajar dengan aman dan nyaman,” katanya.
Sebelumnya diberitakan, ratusan senjata api (senpi), amunisi, aksesoris senjata, alat pembuat peluru hingga barang yang diduga narkotika ditemukan di ruang eks ketua yayasan sebuah sekolah swasta di kawasan Pondok Pinang, Kebayoran Lama, Jakarta Selatan.
Temuan tersebut berawal saat pihak yayasan membuka ruangan tersebut pada 10-11 Juli 2026. Hasilnya, ditemukan 995 pucuk senjata beserta amunisi serta aksesori senjata.
Ruangan lain kemudian dibuka pada Rabu, 5 Agustus 2026. Kemudian, ditemukan komponen senjata, peluru, alat pembuat amunisi, barang yang diduga sabu, dua linting ganja, serta sekitar puluhan CD porno.
“Pada tanggal 10 dan tanggal 11 Juli hampir satu bulan yang lalu kami menemukan ada 995 pucuk senjata. Di dalamnya ada senjata api, termasuk ada amunisi dan juga beberapa aksesoris senjata yang lain,” ungkap kuasa hukum yayasan, Hermawanto, dikutip Jumat, 7 Agustus 2026.
“Pada tadi malam kami menemukan kembali beberapa senjata. Termasuk juga menemukan narkoba dan juga menemukan CD porno,” sambungnya.
Hermawanto menjelaskan ruangan tersebut baru bisa dibuka setelah yayasan meminta pendampingan Polres Metro Jakarta Selatan.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut dia, pengurus baru tidak memiliki akses karena seluruh kunci ruangan dibawa mantan ketua yayasan setelah diberhentikan dari jabatannya.
“Ketika mereka tidak boleh lagi beraktivitas atas nama yayasan, seluruh kunci-kunci itu dibawa sama mereka sehingga kita tidak punya akses. Akhirnya kita meminta pendampingan kepolisian untuk membuka ruangan itu. Ketika kita buka ruangannya ternyata berisi senjata dan ada narkobanya,” kata dia.
Halaman Selanjutnya
Ia menegaskan seluruh temuan terbaru berasal dari ruangan yang sebelumnya digunakan oleh eks ketua yayasan.

2 weeks ago
8
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

