VIVA – Perseteruan Ruben Onsu dan Sarwendah kembali diwarnai persoalan baru. Kali ini, kuasa hukum Ruben Onsu, Minola Sebayang, menyoroti maraknya konten berbasis artificial intelligence (AI) yang beredar di media sosial dan dianggap menggiring opini terkait konflik keduanya.
Salah satu konten yang menjadi sorotan menggambarkan Sarwendah seolah mengambil uang dari brankas milik Ruben Onsu. Padahal, gambaran tersebut merupakan konten hasil rekayasa AI dan bukan kejadian sebenarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Minola menilai teknologi seharusnya tidak digunakan secara sembarangan, terlebih jika hasilnya diarahkan untuk menyerang atau menjatuhkan pihak tertentu.
"Saya nggak setuju, artinya itu, kalau misalnya walaupun kita tidak menyukai orang lain itu, melakukan tindakan-tindakan yang nggak bertanggung jawab, seperti membuat AI untuk memojokkan seseorang," kata Minola di kawasan Kuningan, Jakarta Selatan.
Menariknya, Minola mengaku bukan hanya pihak Ruben yang menjadi sasaran konten AI. Ia juga menemukan sejumlah materi yang menggambarkan dirinya maupun pihak Ruben dalam berbagai bentuk.
Meski menyadari dirinya ikut menjadi objek konten tersebut, Minola untuk sementara memilih melihatnya sebagai bentuk kreativitas dan tidak langsung membawa persoalan itu ke ranah hukum.
"Saya berpikir nggak apa-apa. Itu adalah kreativitas, boleh aja. Berarti saya orang hebat dong," ujarnya.
Namun, sikap tersebut bukan berarti Minola akan membiarkan konten serupa dibuat tanpa batas. Ia memberikan peringatan kepada pembuat konten agar tidak terus mengarahkan AI untuk memojokkan pihak tertentu.
"Tapi jangan diterus-teruskan. Karena kalau diterus-teruskan saya juga bisa melakukan upaya hukum," tegasnya.
Tak Koordinasi dengan Pihak Sarwendah
Di tengah munculnya berbagai konten AI tersebut, Minola juga menyinggung soal tidak adanya koordinasi antara pihak Ruben Onsu dengan Sarwendah mengenai konten yang beredar.
Menurutnya, persoalan hukum merupakan ranah masing-masing pihak. Jika seseorang merasa dirugikan oleh sebuah konten, maka orang tersebut memiliki hak untuk menentukan langkah yang akan ditempuh.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi biar jelas. Ketika kami merasa kami yang dirugikan secara hukum, ya kami yang melaporkan," kata Minola.
Pernyataan tersebut sekaligus menunjukkan bahwa pihak Ruben tidak ingin persoalan konten AI bercampur dengan langkah hukum yang mungkin ditempuh pihak lain.
Halaman Selanjutnya
Minola menegaskan, teknologi AI memang dapat menjadi ruang kreativitas. Namun, penggunaannya tetap memiliki batas, terutama ketika sebuah konten berpotensi merugikan atau membentuk persepsi keliru terhadap seseorang.

23 hours ago
4













