Sabtu, 8 Agustus 2026 - 21:41 WIB
Madrid, VIVA – Spanyol mengerahkan sekitar 300 personel polisi antihuru-hara dan 2.000 tentara di wilayah kantong (enklave) Ceuta untuk mencegah masuknya migran secara besar-besaran kembali terjadi, menyusul beredarnya seruan untuk gelombang migrasi baru secara daring, surat kabar 20minutos melaporkan pada Sabtu.
Sejumlah unggahan di media sosial menyerukan masuknya kembali migran secara massal ke Ceuta pada 15 Agustus.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Aparat Keamanan Spanyol Berjaga saat Imigran Maroko tiba di Pesisir Ceuta
Photo :
- Anadolu Agency/Marcos Moreno
Kementerian Dalam Negeri Spanyol mengatakan kepada surat kabar tersebut bahwa pihaknya siap menghadapi insiden baru, sementara Kementerian Pertahanan menyatakan pasukan yang ditempatkan di Ceuta akan tetap berada di wilayah tersebut hingga ada keputusan lain, demikian dilaporkan media tersebut.
Pada akhir Juli, Ceuta mengalami masuknya migran secara besar-besaran dari negara tetangga, Maroko.
Pada Selasa, Menteri Dalam Negeri Spanyol Fernando Grande-Marlaska mengatakan sekitar 72.000 migran telah memasuki wilayah Spanyol di pesisir Afrika Utara dan sekitar 70.000 di antaranya kemudian kembali ke Maroko.
Otoritas Maroko memperkirakan sekitar 40.000 orang telah memasuki enklave Spanyol tersebut. (Ant)
Ratusan Imigran Tewas saat Coba Masuki Spanyol
Wali Kota Ceuta Juan Jesus Vivas mengonfirmasi kematian terhadap setidaknya 100 imigran yang berusaha memasuki kota enklave Spanyol yang terletak di Afrika Utara tersebut
VIVA.co.id
7 Agustus 2026

2 weeks ago
25
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

