Stok Rudal dan Alat Pertahanan Melimpah, Iran Terus Gandakan Produksi Senjata Setahun Terakhir

3 days ago 6

Minggu, 23 Agustus 2026 - 12:00 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Pertahanan Iran, Reza Talaei-Nik melaporkan, pemerintah Iran terus menggandakan produksi senjata dan peralatan pertahanan dalam kurun waktu satu tahun.

"Dalam kurun waktu satu tahun sejak dimulainya Perang Dua Belas Hari, yakni dari Juni tahun lalu hingga Juni tahun ini, produksi senjata dan peralatan pertahanan meningkat dua kali lipat,” kata Talaei-Nik sebagaimana dikutip dari Antara, Minggu, 23 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada malam sebelum 18 Juni 2026, Teheran dan Washington menandatangani memorandum untuk mengakhiri konflik yang dimulai pada 28 Februari 2026.

Namun pada 8 Juli, Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump, mengumumkan bahwa gencatan senjata tidak lagi berlaku. Sejak saat itu, pasukan AS melancarkan sejumlah serangan terhadap Iran.

Komando Pusat AS (CENTCOM) menyatakan serangan tersebut sebagai balasan atas tindakan Iran terhadap kapal-kapal komersial yang melintasi Selat Hormuz.

Pasukan Iran kemudian membalasnya dengan melancarkan serangan terhadap pangkalan-pangkalan AS di Timur Tengah.

Pada 12 Juli, Iran mengumumkan penutupan Selat Hormuz hingga berakhirnya campur tangan AS di kawasan tersebut, setelah kembali terjadi aksi saling serang antara pihak-pihak yang terlibat konflik.

Sehari kemudian, Trump mengatakan AS akan menjadi "penjaga" Selat Hormuz. Ia juga kembali memberlakukan blokade AS terhadap pelabuhan-pelabuhan Iran.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pada Kamis, Trump mengatakan bahwa Teheran telah menyia-nyiakan kesempatan untuk mencapai kesepakatan dengan Washington. Oleh karena itu, AS lantas meluncurkan operasi ekonomi berskala besar terhadap Iran.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi menyebut, operasi itu sebagai upaya untuk mengalihkan perhatian dari krisis yang dihadapi AS sendiri, yang menurutnya justru akan berujung pada kekalahan yang lebih besar bagi Washington. (Ant).

Ilustrasi militer Iran.

Iran Ubah Doktrin Militer, dari Bertahan Jadi Menyerang

Iran mengubah doktrin militernya dari sikap bertahan menjadi siap menyerang setelah menghadapi konflik terbaru dengan Amerika Serikat (AS) dan Israel.

img_title

VIVA.co.id

23 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |