Strategi Menteri Wihaji: Jadikan Keluarga 'Mesin' Capai Indonesia Emas 2045

3 weeks ago 9

Jumat, 13 Februari 2026 - 19:42 WIB

Jakarta, VIVA – Kementerian Kependudukan dan Pembangunan Keluarga (Kemendukbangga)/BKKBN secara resmi memulai langkah transformasi demi mendukung program prioritas Presiden RI Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045

Transformasi yang dimaksud yaitu dengan menjadi policy driver, integrator, dan penyedia data keluarga tunggal yang akurat sebagai fondasi seluruh intervensi program nasional.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menteri Kependudukan dan Pembangunan Keluarga, Wihaji mengatakan pihaknya menyadari bahwa keluarga bukan sekadar unit terkecil dalam masyarakat. Tapi juga menjadi fondasi utama bagi kemajuan sebuah bangsa. 

Dia pun menyoroti momentum krusial bonus demografi Indonesia yang diperkirakan akan berakhir pada tahun 2040. 

Menurutnya, momentum itu harus dimanfaatkan sebaik mungkin demi bisa mewujudkan Indonesia Emas 2045, salah satunya dengan mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen.

"Kita memiliki waktu terbatas. Jika kita ingin mencapai target pertumbuhan ekonomi 8 persen dan mewujudkan Indonesia Emas, kuncinya ada pada kualitas Sumber Daya Manusia (SDM) yang dimulai dari dalam rumah," kata Wihaji dalam acara Rakornas Bangga Kencana Tahun 2026 di Jakarta, Jumat, 13 Februari 2026.

Guna mewujudkan hal tersebut, Wihaji menuturkan pihaknya memiliki sejumlah pendekatan humanis lewat lima program prioritas.

Pertama, GENTING (Gerakan Orang Tua Asuh Cegah Stunting): Sebuah kolaborasi lintas sektor untuk memastikan keluarga rentan stunting mendapatkan nutrisi dan pendampingan yang tepat.

Kedua, TAMASYA (Taman Asuh Sayang Anak): Inisiatif penyediaan daycare terstandarisasi di lembaga pemerintah dan swasta guna mendukung orang tua bekerja tanpa mengesampingkan tumbuh kembang anak.

Ketiga, GATI (Gerakan Ayah Teladan Indonesia): Menjawab fenomena fatherless di Indonesia dengan mengoptimalisasi peran ayah dalam pengasuhan anak.

Keempat, SIDAYA (Lansia Berdaya): Menghadirkan layanan homecare berbasis komunitas dan akses kesehatan gratis bagi lansia agar tetap produktif dan bermartabat.

Dan kelima, AI-SuperApps Keluarga: Layanan digital terintegrasi yang memudahkan masyarakat melakukan konsultasi problematika keluarga hingga pemantauan kesehatan secara mandiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Di samping itu, Kemendukbangga/BKKBN juga mengambil peran strategis dalam mewujudkan target pemerintah salah satunya melalui program Makan Bergizi Gratis (MBG). 

Intervensi difokuskan pada tiga kelompok kunci (3B): Ibu Hamil, Ibu Menyusui, dan Balita Non-PAUD.

Halaman Selanjutnya

"Penyuluh KB dan kader di lapangan adalah garda terdepan kita. Mereka yang memastikan gizi sampai ke piring ibu hamil dan balita di pelosok negeri dengan data yang akurat, by name by address," tutur Wihaji.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |