Tak Cuma Teknologi, Pendidikan Kedokteran Juga Butuh Kolaborasi

5 days ago 8

Jumat, 21 Agustus 2026 - 20:02 WIB

Jakarta, VIVA – Kolaborasi lintas negara selama ini sering dikaitkan dengan pengembangan teknologi, kecerdasan buatan, atau riset ilmiah. Namun, pendidikan kedokteran juga membutuhkan pertukaran pengetahuan agar calon tenaga kesehatan bisa belajar dari lingkungan akademik yang lebih beragam.

Salah satu contohnya dilakukan Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan Universitas Katolik Indonesia Atma Jaya atau FKIK Unika Atma Jaya bersama St. John Paul II Timor Catholic University (UCT) dari Timor-Leste. Melalui kerja sama ini, mahasiswa Program Studi Kedokteran UCT kembali menjalani sebagian proses pembelajaran di Jakarta selama delapan minggu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dikutip dari keterangan resmi, Jumat 21 Agustus 2026, program tersebut tidak sekadar memindahkan kegiatan belajar dari satu kampus ke kampus lain. Mahasiswa mendapatkan kesempatan mempelajari ilmu kedokteran melalui praktikum dan pelatihan keterampilan di lingkungan akademik yang berbeda.

Selama berada di FKIK Unika Atma Jaya, mahasiswa UCT mengikuti kegiatan di sejumlah fasilitas pendidikan dan laboratorium. Pembelajaran mencakup bidang anatomi, fisiologi, mikrobiologi, parasitologi, patologi anatomi, hingga histologi.

Berbagai cabang ilmu tersebut memiliki peran penting dalam membangun pemahaman tentang tubuh manusia dan penyakit. Praktikum menjadi bagian yang diperlukan karena mahasiswa tidak hanya mempelajari konsep dari buku, tetapi juga melihat dan memahami penerapannya dalam lingkungan pembelajaran.

Museum Anatomi dan Laboratorium Anatomi, misalnya, mendukung pembelajaran mengenai struktur tubuh manusia. Sementara Laboratorium Patologi Anatomi dan Histologi membantu mahasiswa memahami jaringan tubuh serta perubahan yang dapat terjadi akibat suatu penyakit.

Di sisi lain, pembelajaran fisiologi berkaitan dengan cara berbagai sistem dalam tubuh bekerja. Mahasiswa juga mendapat kesempatan mendalami mikrobiologi dan parasitologi, dua bidang yang berkaitan dengan mikroorganisme serta organisme parasit yang dapat memengaruhi kesehatan manusia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Program selama delapan minggu tersebut turut melibatkan kegiatan di Skills Laboratory. Fasilitas ini menjadi tempat mahasiswa melatih keterampilan yang dibutuhkan dalam tahapan pendidikan kedokteran sebelum berhadapan dengan situasi pembelajaran yang lebih kompleks.

Kolaborasi seperti ini menunjukkan bahwa perkembangan pendidikan sains tidak selalu bergantung pada teknologi baru atau peralatan canggih. Pertukaran mahasiswa dan akses terhadap lingkungan pembelajaran yang berbeda juga dapat menjadi bagian dari proses pengembangan pengetahuan dan keterampilan.

Halaman Selanjutnya

Mahasiswa yang belajar di lingkungan lintas negara juga dihadapkan pada pengalaman akademik dan budaya yang berbeda. Interaksi tersebut dapat memperluas cara pandang, termasuk dalam memahami bagaimana pendidikan dan pelayanan kesehatan dijalankan dalam konteks masyarakat yang beragam.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |