VIVA – Indonesia Pingpong League (IPL) memasang target realistis bagi tim tenis meja Indonesia pada Asian Games 2026 yang berlangsung di Jepang pada 19 September hingga 4 Oktober. Sekretaris Jenderal IPL, Yon Mardiyono, menyebut menembus delapan besar sudah menjadi pencapaian yang patut diapresiasi, meski peluang melangkah hingga semifinal tetap terbuka.
Menurut Yon, target delapan besar menjadi ukuran realistis karena persaingan tenis meja di level Asia sangat ketat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi target realita dari pengurus itu kalau bisa masuk 8 besar itu udah cukup menjadi sejarah," ujar Yon usai konferensi pers Grand Final IPL Season 2 di Trans Studio Mall Cibubur, Jakarta Timur, Kamis 20 Agustus 2026.
Yon tidak menutup kemungkinan atlet Indonesia mampu membuat kejutan dengan melaju lebih jauh. Khusus nomor ganda putra, ganda putri, atau ganda campuran, ia menilai keberhasilan menembus semifinal akan menjadi pencapaian yang luar biasa.
"Kita enggak tahu juga kalau misalnya di mix double, double, kita juga bisa tembus sampai semifinal itu sangat luar biasa, itu udah sejarahnya luar biasa. Jadi kalau bisa masuk 8 besar aja itu target kita yang harus kita apresiasi," katanya.
Menurut Yon, peluang Indonesia tetap terbuka karena setiap negara memiliki batasan jumlah atlet yang dapat diturunkan dalam pertandingan. Kondisi tersebut membuat persaingan tidak hanya ditentukan oleh banyaknya pemain berkualitas yang dimiliki sebuah negara.
Ia mencontohkan kekuatan China yang memiliki banyak pemain kuat, tetapi tidak seluruhnya dapat dimainkan sekaligus. Situasi tersebut dinilai memberikan kesempatan bagi negara lain, termasuk Indonesia, untuk menciptakan kejutan.
Yon kemudian menyinggung pengalaman atlet Indonesia yang mampu mengalahkan pemain dengan peringkat dunia lebih tinggi. Salah satunya ketika atlet Indonesia, Noval, berhasil mengalahkan pemain Hong Kong yang disebut memiliki peringkat keenam dunia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Menurut Yon, hasil tersebut tidak hanya penting karena kemenangan individu. Keberhasilan mengalahkan pemain papan atas dunia juga dapat memberikan keyakinan kepada atlet Indonesia lainnya bahwa mereka mampu bersaing di level internasional.
"Ini bukan masalah Noval-nya menang ya, tapi dari kejadian itu bisa membawa dampak atau motivasi kepada atlet-atlet kita yang lainnya. 'Oh, ternyata kita bisa,' gitu," ujar Yon.
Halaman Selanjutnya
Ia juga menyinggung pengalaman atlet Indonesia berusia 13 tahun yang mampu mengalahkan pemain berperingkat dunia sebelum akhirnya tersingkir di babak delapan besar. Menurut Yon, pengalaman seperti itu menjadi bagian dari proses membangun kepercayaan diri atlet Indonesia.

6 days ago
15
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

