Taman Nasional Way Kambas Terbakar, Masih Proses Pemadaman

4 days ago 17

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 13:56 WIB

Jakarta, VIVA Kebakaran melanda kawasan hutan Taman Nasional Way Kambas (TNWK), Kabupaten Lampung Timur, sejak Jumat, 21 Agustus 2026 siang.

Samapi dengan saat ini, tim gabungan masih melakukan upaya pemadaman di lokasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala Balai TN Way Kambas MHD Zaidi mengatakan pemadaman dilakukan secara bersama-sama oleh petugas balai dengan melibatkan unsur TNI-Polri dan relawan.  

“Benar, terjadi kebakaran sejak kemarin siang, saat ini tim gabungan baik dari balai dibantu TNI-Polri serta relawan masih melakukan upaya pemadaman,” kata Zaidi saat dikonfirmasi, dilansir dari ANTARA, Sabtu, 22 Agustus 2026.

Kata Zaidi, pihaknya masih melakukan pendataan untuk memastikan luasan serta lokasi kawasan yang terdampak kebakaran.  

Menurut dia, proses pemadaman menghadapi sejumlah kendala, salah satunya kondisi akses menuju lokasi yang sulit dilalui kendaraan.

“Masih dalam proses pendataan. Ada beberapa kendala memang, di antaranya akses yang sulit dilalui oleh kendaraan,” ungkap dia.  

Sementara itu, video yang beredar di media sosial memperlihatkan kobaran api membakar vegetasi di kawasan hutan TNWK yang mengalami kekeringan akibat musim kemarau.  

Balai TN Way Kambas masih memprioritaskan upaya pemadaman dan penanganan agar api tidak meluas ke kawasan lainnya.

Kebakaran kawasan TN Way Kambas sebelumnya juga terjadi pada Januari 2026. Saat itu, lahan yang terbakar dilaporkan mencapai lebih dari 2.600 hektare.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Memasuki musim kemarau tahun ini, potensi kebakaran hutan dan lahan di kawasan konservasi tersebut perlu diwaspadai karena kondisi vegetasi yang mengering dapat mempercepat penyebaran api.

Pihak terkait terus melakukan penanganan di lapangan sekaligus pendataan untuk mengetahui dampak kebakaran secara lebih akurat. (Ant)

Operasi Darat Penanganan Karhutla.

Operasi Darat Jadi Ujung Tombak Penanganan Karhutla, 6 Provinsi di Kalimantan dan Sumatera Jadi Prioritas

Penetapan enam provinsi itu didasarkan pada tingginya risiko karhutla. Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) memprediksi puncak risiko karhutla terjadi.

img_title

VIVA.co.id

22 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |