Target Piala Dunia 2035, Ribuan Pesepakbola Putri Cilik Mulai Unjuk Kemampuan

4 hours ago 1

Senin, 7 September 2026 - 17:15 WIB

VIVA – Persaingan sengit pesepak bola putri usia dini tersaji di Tangerang dan Semarang. Empat tim berhasil keluar sebagai juara setelah melewati rangkaian pertandingan ketat pada 1-6 September 2026.

Di Tangerang, SDN Pinang 3 menjadi kampiun Kelompok Usia (KU) 10, sedangkan SDN Kunciran 8 meraih gelar juara KU 12.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Sementara itu, SDN Kembangarum 2 Semarang tampil sebagai yang terbaik di KU 10. Untuk KU 12, gelar juara diraih MI Pagersari-Patean.

Ribuan pemain muda ambil bagian dalam kompetisi sepak bola putri usia dini tersebut. Di Tangerang, sebanyak 1.037 atlet dari 57 SD dan MI ikut bertanding.

Sebanyak 24 tim bersaing di KU 10, sementara 73 tim turun di KU 12. Pertandingan digelar di Stadion Kera Sakti dan Stadion Mini Cisauk, Tangerang, Banten.

Adapun di Semarang, jumlah peserta mencapai 1.091 atlet dari 63 SD dan MI. Sebanyak 35 tim bertanding di KU 10 dan 67 tim meramaikan persaingan KU 12.

Pertandingan berlangsung di Stadion Universitas Diponegoro dan Lapangan Arhanud Jatingaleh.

Ajang tersebut merupakan MilkLife Soccer Challenge (MLSC) 2026-2027 yang digagas Bakti Olahraga Djarum Foundation dan MilkLife. Kompetisi ini menjadi salah satu wadah pembinaan pesepak bola putri usia dini di Indonesia.

Musim ini, MLSC memperluas jangkauan dengan menambah tiga kota baru, yakni Jakarta Jaya (Jakarta Utara), Garut, dan Jayapura.

Program Director MilkLife Soccer Challenge, Teddy Tjahjono, menilai keberlanjutan kompetisi menjadi bagian penting dalam upaya memperkuat pembinaan sepak bola putri dari level akar rumput.

"Kehadiran tiga kota baru juga menjadi langkah nyata kami untuk menjangkau lebih banyak talenta dan menumbuhkan minat anak-anak terhadap sepak bola sejak dini. Karena target besar kami masih sama, yaitu mengantarkan timnas putri Indonesia ke pentas Piala Dunia Wanita 2035," kata Teddy.

Ia juga mengapresiasi bertambahnya peserta baru di seri pembuka musim ini. Di Semarang terdapat sembilan sekolah baru, sedangkan Tangerang mendapat tambahan empat sekolah.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Menurut Teddy, meningkatnya partisipasi membuat persaingan antartim semakin kompetitif. Hal itu sekaligus memberikan kesempatan kepada lebih banyak pemain untuk menunjukkan kemampuan mereka.

"Yang paling menggembirakan adalah kita bisa melihat karakter pemain yang semakin beragam dari seri-seri sebelumnya. Sehingga bisa dikatakan kita tidak kekurangan supply pemain dari level grassroot," ujarnya.

Halaman Selanjutnya

"Ketika semakin banyak anak perempuan mendapatkan kesempatan bermain dan berkompetisi secara rutin, tentu akan semakin besar pula peluang kita menemukan talenta-talenta baru untuk masa depan sepak bola putri Indonesia."

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |