VIVA – Tasyi Athasyia punya cara tersendiri dalam menyampaikan keresahannya mengenai praktik korupsi yang melibatkan pejabat negara. Influencer yang dikenal lewat konten kuliner tersebut bahkan mengusulkan agar pemerintah membuat program kajian keagamaan khusus bagi para pejabat.
Ide tersebut disampaikan Tasyi melalui akun Threads pribadinya. Ia mengaitkan maraknya korupsi dengan pentingnya pemahaman agama dan mengusulkan adanya kajian rutin yang membahas konsekuensi perbuatan korupsi, termasuk kehidupan setelah kematian.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Tasyi Athasyia Usul Pejabat Wajib Ikut Kajian Keagamaan
Tasyi mengaku kerap mendapatkan pengingat mengenai agama melalui ceramah dan kajian yang disampaikan suaminya. Dari pengalaman tersebut, ia kemudian terpikir untuk mengusulkan hal serupa diterapkan kepada para pejabat.
Menurut Tasyi, kajian agama dapat menjadi salah satu cara untuk kembali mengingatkan seseorang mengenai konsekuensi dari tindakan yang dilakukan, termasuk korupsi.
“Kadang suka kepikiran, pemerintah kita kan banyak bgt yg korupsi yaa... sebagai orang yg sering bgt dapet peringatan & hidayah lewat ceramah dan kajian dr suami, kenapa sih mereka ga dibuatkan program Wajib kajian tentang Neraka, seminggu sekali, menurut agama masing2,” tulis Tasyi yang dikutip pada Sabtu, 22 Agustus 2026.
Usulan tersebut disampaikan sebagai gagasan pribadi Tasyi untuk membantu mencegah terjadinya korupsi. Ia menilai pendekatan keagamaan bisa menjadi pengingat moral bagi orang-orang yang memegang jabatan dan memiliki kewenangan.
Usulkan Program “Komisi Kajian Korupsi”
Tak berhenti pada ide kajian rutin, Tasyi bahkan memberikan usulan nama program yang menurutnya bisa menjadi pendamping upaya pemberantasan korupsi.
Ia menyebut istilah “KKK” yang merupakan singkatan dari “Komisi Kajian Korupsi”. Gagasan tersebut disampaikan dengan gaya khas Tasyi yang santai dan disertai harapan agar kajian keagamaan bisa membuat sebagian orang berubah.
“Menrut gw org yg kosong ilmu itu lebih mudah dipengaruhi setan ga sih? At least siapa tau dr 1000 ada 10 yg tobat uy jd tambahin KPK & KKK - KOMISI KAJIAN KORUPSI,” lanjutnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Gagasan Tasyi Langsung Diperdebatkan Netizen
Unggahan Tasyi Athasyia kemudian mengundang beragam komentar. Sebagian pengguna media sosial menilai persoalan korupsi tidak sesederhana kurangnya pemahaman agama.
Halaman Selanjutnya
Ada netizen yang berpendapat bahwa seseorang yang melakukan korupsi belum tentu tidak memahami ajaran agama. Masalahnya, pengetahuan tersebut belum tentu membuat seseorang mampu mengendalikan keinginan dan hawa nafsunya.

4 days ago
6
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

