Sabtu, 22 Agustus 2026 - 11:25 WIB
Jakarta, VIVA – Presiden Amerika Serikat (AS), Donald Trump kembali melontarkan pernyataannyansoal Selat Hormuz. Dia mengklaim bahwa Selat Hormuz merupakan bagian dari wilayah AS.
Hal itu disampaikan Trump dalam rapat umum untuk mendukung Darline Graham, saudara perempuan mendiang Senator Partai Republik Lindsey Graham (terdaftar sebagai ekstremis dan teroris di Rusia), yang sedang mencalonkan diri untuk kursi Senat.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Saat ini saya menganggap Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika," kata Trump, dikutip Sabtu, 22 Agustus 2026.
Sebelumnya, Donald Trump juga sempat mengisyaratkan bahwa setelah mengalahkan Iran, dirinya akan menyatakan Selat Hormuz sebagai wilayah AS.
Trump berulang kali mengunggah peta wilayah di Truth Social dan menyebut perairan tersebut adalah milik Amerika Serikat.
Menanggapi pertanyaan RIA Novosti, Wakil Tetap Rusia untuk PBB Vassily Nebenzia mengaku tidak memahami bagaimana rencana penetapan Selat Hormuz sebagai wilayah Amerika dapat terwujud sesuai dengan hukum internasional. (Ant)
Donald Trump Ingin AS Mampu Luncurkan dan Daratkan Roket 1.000 Kali Setahun
Presiden AS Donald Trump menandatangani memorandum untuk mengembangkan industri transportasi antariksa AS yang memungkinkan dilaksanakannya lebih dari 1.000 peluncuran.
VIVA.co.id
21 Agustus 2026

4 days ago
6
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

