Teknologi Diprediksi Jadi Penentu Masa Depan Industri Tanah Air

22 hours ago 2

Rabu, 9 September 2026 - 23:28 WIB

VIVA – Perkembangan teknologi diprediksi semakin menentukan arah masa depan industri Tanah Air. Di tengah persaingan global yang semakin ketat, perusahaan tidak lagi hanya dituntut meningkatkan kapasitas produksi, tetapi juga harus mampu memanfaatkan teknologi untuk menciptakan proses yang lebih efisien, fleksibel, produktif, dan berkelanjutan.

Perubahan tersebut sejalan dengan perkembangan industri global menuju era Industri 4.0. Organisasi Pengembangan Industri Perserikatan Bangsa-Bangsa (UNIDO) menilai teknologi digital dapat mengubah sistem produksi dan rantai nilai global menjadi lebih dinamis, fleksibel, efisien, serta berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Bagi Indonesia, transformasi teknologi menjadi semakin penting karena industri nasional harus menghadapi perubahan pola perdagangan, perkembangan teknologi kecerdasan buatan (AI), otomatisasi, serta tuntutan terhadap produk yang lebih ramah lingkungan.

Pemanfaatan teknologi tidak sebatas mengganti pekerjaan manual dengan mesin. Lebih jauh, teknologi dapat membantu perusahaan mengambil keputusan berdasarkan data, mengurangi kesalahan produksi, meningkatkan pengawasan kualitas, serta mengoptimalkan penggunaan energi dan bahan baku.

Transformasi teknologi juga tidak hanya berlaku bagi perusahaan berskala besar. Pelaku usaha kecil dan menengah (UKM) perlu mendapatkan akses terhadap teknologi, pembiayaan, infrastruktur digital, serta sumber daya manusia yang memiliki keterampilan sesuai kebutuhan industri modern.

Artinya, transformasi industri tidak cukup hanya dengan menghadirkan teknologi canggih. Ekosistem pendukung juga harus dibangun agar teknologi dapat digunakan secara efektif oleh berbagai lapisan pelaku usaha.

Kehadiran AI menjadi salah satu perkembangan yang berpotensi mengubah cara industri beroperasi. Teknologi ini dapat digunakan untuk menganalisis data, memprediksi kebutuhan produksi, membantu pemeliharaan mesin, hingga meningkatkan efisiensi rantai pasok.

World Bank, dikutip VIVA Rabu, 9 September 2026, menempatkan penguatan fondasi AI sebagai bagian penting agar negara dapat memanfaatkan teknologi tersebut untuk mendukung pekerjaan, produktivitas, dan pertumbuhan yang inklusif.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, penerapan teknologi juga harus diikuti peningkatan kompetensi tenaga kerja. Industri membutuhkan pekerja yang tidak hanya mampu menjalankan mesin, tetapi juga memahami data, sistem digital, keamanan siber, dan teknologi otomatisasi.

Perkembangan industri berbasis teknologi pada akhirnya sangat bergantung pada kesiapan infrastruktur. Konektivitas internet, pusat data, pasokan energi yang andal, sistem logistik, serta infrastruktur digital menjadi bagian penting dalam membangun industri yang kompetitif.

Halaman Selanjutnya

Untuk mewujudkan hal tersebut, Indonesia diketahui tengah kehadiran pameran Indonesia Energy & Engineering (IEE) Series 2026 resmi dibuka hari ini. Diselenggarakan di JIExpo Kemayoran, Jakarta. Pameran ini menghadirkan delapan sektor industri strategis dalam satu rangkaian penyelenggaraan, yang menjadi wadah bagi para pelaku industri untuk bersama-sama melihat perkembangan teknologi, kebutuhan infrastruktur, pengelolaan sumber daya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |