Tele-Robotic Surgery Mulai Diadaptasi di Indonesia, Dokter Bisa Operasi Pasien dari Jarak 1000 Km

3 days ago 6

Jumat, 11 September 2026 - 00:30 WIB

VIVA – Bayangkan seorang dokter melakukan prosedur pembedahan tanpa berada di ruangan operasi yang sama dengan pasien. Dokter berada di satu kota, sementara pasien berada lebih dari 1.000 kilometer jauhnya. Gambaran tersebut kini bukan lagi sekadar konsep teknologi medis, tetapi sudah dilakukan di Indonesia.

Hal itu terlihat dalam pelaksanaan tele-robotic surgery di bidang ginekologi yang berlangsung pada 6 September 2026. Prosedur dilakukan dari Kamar Operasi RSCM Kencana, Jakarta, sementara prosesnya ditayangkan secara langsung dalam APAGE (Asia Pacific Association for Gynecologic Surgery) 26th Annual Meeting dan IGES (Indonesian Gynecological Endoscopy Society) 13th Annual Meeting di Jimbaran Convention Center, Bali.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Teknologi ini memungkinkan dokter mengendalikan sistem robotik dari lokasi yang berbeda dengan pasien. Dalam praktiknya, keberhasilan prosedur tidak hanya bergantung pada kemampuan operator, tetapi juga membutuhkan sistem robotik dan konektivitas internet yang mampu mendukung komunikasi secara cepat dan stabil.

Dokter yang melakukan prosedur tersebut, Dr. dr. Herbert Situmorang, Sp.OG, Subsp.F.E.R, menyebut tindakan tersebut sebagai operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dilakukan di Indonesia.

“Pembedahan robotik ini merupakan operasi ginekologi jarak jauh pertama yang dikerjakan di Indonesia. Teknologi sistem robotik dan konektivitas internet yang digunakan telah memenuhi persyaratan untuk mendukung pelaksanaan pembedahan jarak jauh secara aman,” jelas Dr Herbert Situmorang saat konferensi pers di RSCM Jakarta, Kamis 10 September 2026. 

Bukan Sekadar Mengoperasikan Robot

Tele-robotic surgery merupakan bagian dari perkembangan bedah minimal invasif yang menggabungkan keahlian dokter dengan teknologi robotik. Sistem tersebut dirancang untuk membantu dokter melakukan gerakan pembedahan secara lebih terkontrol melalui perangkat khusus.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perkembangan teknologi kedokteran saat ini juga tidak berdiri sendiri. Bedah robotik berkembang beriringan dengan telemedisin dan kecerdasan artifisial atau artificial intelligence (AI), yang berpotensi mendukung pelayanan kesehatan dengan pendekatan semakin terintegrasi.

Namun, penerapan teknologi tersebut tetap membutuhkan kesiapan dari sisi perangkat, konektivitas, sumber daya manusia, hingga sistem keselamatan pasien. Karena itu, tele-robotic surgery bukan hanya persoalan kecanggihan alat, tetapi juga bagaimana teknologi tersebut dapat digunakan secara tepat dalam prosedur medis.

Halaman Selanjutnya

Direktur Perencanaan dan Pengembangan Strategi Layanan RSCM, Dr. dr. Bobi Prabowo, Sp.Em, Subsp.TK(K), M.Biomed, FICEP, mengatakan pengembangan teknologi tersebut menjadi bagian dari transformasi layanan bedah.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |