Terkuak! Motif 3 Tersangka Keroyok Bambang Setiyawan hingga Tewas karena Tersulut Emosi

1 day ago 4

Sabtu, 12 September 2026 - 15:43 WIB

Jakarta, VIVA – Polda Metro Jaya mengungkap motif tiga tersangka mengeroyok pedagang cermin Bambang Setiyawan (59) hingga tewas dalam kericuhan di kawasan Pejompongan, Jakarta Pusat, pada Kamis, 27 Agustus 2026.

Menurut polisi, ketiga tersangka mengaku tersulut emosi karena aktivitas mereka mencari nafkah di sekitar lokasi terganggu kericuhan yang terjadi saat itu.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Berdasarkan hasil pemeriksaan dari para penyidik kami, terkait dengan motif yang ada daripada para pelaku, para pelaku merasa terganggu dengan peristiwa yang terjadi saat mereka bersama-sama melintas," kata Direktur Reserse Kriminal Umum Polda Metro Jaya Kombes Pol Iman Imanuddin dalam konferensi pers di Jakarta, Sabtu, 12 September 2026.

Iman mengatakan ketiga tersangka kemudian ikut dalam kericuhan yang terjadi di lokasi.

"Kebetulan para pelaku ini mencari nafkah di sekitaran atau area tempat kejadian perkara. Kemudian sedang terjadi kerusuhan, mereka ikut serta di dalam kerusuhan itu sendiri," katanya.

Menurut Iman, ketiga tersangka bukan bagian dari kelompok massa terorganisasi, melainkan pekerja harian lepas.

"Untuk profilnya sendiri bahwa ketiganya merupakan pekerja kasar, serabutan, yang melaksanakan atau mencari nafkah dengan mencari pekerjaan-pekerjaan yang dadakan, ya serabutan. Nah itu profilnya," ujarnya.

Polisi menetapkan tiga tersangka masing-masing berinisial FP (23), DS (33), dan DDS (29). Ketiganya ditangkap di kawasan Babakan Madang, Kabupaten Bogor, Jawa Barat.

Iman mengatakan pengungkapan perkara tersebut dilakukan melalui serangkaian penyelidikan dan penyidikan dengan memanfaatkan metode investigasi berbasis ilmiah (scientific crime investigation).

Sebelumnya, polisi menyebarkan sketsa wajah dua orang yang diduga terlibat dalam pengeroyokan tersebut untuk membantu proses pencarian.

Penyidik kemudian menelusuri pergerakan para terduga pelaku dan mencocokkan sidik jari mereka dengan sidik jari yang ditemukan pada sejumlah barang bukti di tempat kejadian perkara.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Dari penyelidikan di dalam penyidikan itu, tentunya diketahui para pelaku ini terus mobile dari satu tempat ke tempat yang lain. Dan kami sedang memastikan apakah sidik jari yang ditemukan di TKP dengan orang-orang yang terduga pelaku ini sinkron," kata Iman.

Menurut dia, polisi memperoleh data tambahan mengenai kecocokan sidik jari saat para terduga pelaku berada di wilayah Babakan Madang, sekitar Sentul, Bogor.

Halaman Selanjutnya

"Nah, pada saat kebetulan para terduga pelaku ini sedang berada di wilayah Babakan Madang, di sekitaran Sentul, Bogor, kami memperoleh data tambahan terkait dengan kepastian sinkronisasi sidik jari tersebut. Nah, saat itulah kami melakukan proses penangkapan," katanya.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |