Terpopuler: Dari Dendam Tukang Becak hingga Presiden Korea Selatan Dimakzulkan Minta Maaf

17 hours ago 4

Minggu, 6 April 2025 - 06:04 WIB

Round Up VIVA -  Ada tiga artikel populer pilihan dari kanal News VIVA.co.id yang tayang pada Sabtu (5/4/2025) kemarin. Tiga peristiwa yang menarik perhatian publik tersebut, mulai dari aksi nekat pembakaran pasar oleh seorang tukang becak, kasus pembunuhan tragis berlatar cemburu di kebun sawit, hingga permintaan maaf Presiden Korea Selatan. Berikut rinciannya:

1. Tukang Becak Bakar 204 Kios di Tanjung Balai

Kebakaran di Pasar TPO pakaian bekas di Kota Tanjung Balai. (istimewa/VIVA)

Photo :

  • VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)

Seorang tukang becak di Tanjung Balai, Sumatera Utara, membakar 204 kios di pasar pakaian bekas karena sakit hati. Pelaku merasa tersinggung setelah ditegur oleh pedagang dan kemudian membakar kios-kios tersebut. Kebakaran ini menyebabkan kerugian besar bagi para pedagang.​

Selengkapnya baca di sini
 

2. Pria Bunuh Kekasih karena Cemburu di Kebun Sawit

Kapolres Labusel, AKBP Aditya SP Sembiring merilis pengungkapan kasus pembunuhan wanita terkubur di kebun sawit. (dok Polres Labusel)

Photo :

  • VIVA.co.id/B.S. Putra (Medan)

Seorang pria bernama Zefri membunuh kekasihnya yang merupakan wanita paruh baya karena cemburu. Setelah membunuh, Zefri mengubur jasad korban di kebun sawit. Motif pembunuhan ini diduga karena korban menjalin hubungan dengan pria lain.​

Selengkapnya baca di sini
 

3. Presiden Korea Selatan Yoon Suk Yeol Meminta Maaf atas Deklarasi Darurat Militer

Presiden Korea Selatan yang dimakzulkan, Yoon Suk Yeol

Presiden Korea Selatan, Yoon Suk Yeol, meminta maaf kepada publik atas deklarasi darurat militer yang menyebabkan kegemparan. Dalam pidato yang disiarkan televisi, Yoon berjanji tidak akan ada deklarasi darurat militer kedua

Selengkapnya baca di sini
 

Halaman Selanjutnya

Seorang pria bernama Zefri membunuh kekasihnya yang merupakan wanita paruh baya karena cemburu. Setelah membunuh, Zefri mengubur jasad korban di kebun sawit. Motif pembunuhan ini diduga karena korban menjalin hubungan dengan pria lain.​

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |