Terungkap! Raja Charles Diduga Bantu Biayai Perdamaian Adiknya dengan Korban Kasus Epstein

3 weeks ago 8

Jumat, 13 Februari 2026 - 14:00 WIB

Inggris, VIVA –Keluarga Kerajaan Inggris kembali menjadi perhatian publik setelah Andrew Mountbatten-Windsor lagi-lagi dikaitkan dengan skandal Jeffrey Epstein. Di tengah bergulirnya kasus ini, banyak pihak mulai mempertanyakan peran dan sikap Raja Charles III di dalam kasus itu. Apalagi sebelumnya ia juga sempat ditanya soal seberapa jauh pengetahuannya mengenai keterlibatan sang adik dengan Jeffrey Epstein.

Kini, Raja Charles III dinilai tidak lagi bisa berdalih tidak tahu menahu soal adiknya, mantan Pangeran Andrew untuk menghindari tanggung jawab atas dugaan pelecegan seksual terhadap Virginia Giuffre. Virginia diketahui merupakan salah satu korban perdagangan remaja yang paling dikenal dalam kasus Jeffrey Epstein.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dalam laporannya pada Rabu lalu, The Sun menyebut bahwa Charles yang saat itu masih menyandang gelar Pangeran Wales disebut secara pribadi menyumbang uang senilai 2 juta dolar AS dari total pinjaman 16 juta dolar AS kepada Andrew Mountbatten-Windsor. Dana itu diduga digunakan Andrew untuk mencapai kesepakatan damai dengan Giuffre pada 2022, sehingga korban mencabut gugatan perdata yang diajukanya di Amerika Serikat.

Disebutkan pula bahwa sebagian besar pinjaman tersebut, yang dipakai untuk membiayai penyelesaian kasus Andrew di luar pengadilan, berasal dari mendiang Ratu Elizabeth II. Dengan tercapainya kesepakatan itu, Andrew tak perlu memberikan kesaksian di pengadilan, setelah sebelumnya selama tiga tahun keluarga kerajaan Inggris diterpa sorotan negatif akibat terungkapnya kedekatan Andrew dengan Epstein.

Bahkan Editor Daily Beast, Tom Sykes yang menulis di kanal Royalist Substack mengungkap bahwa benar Charles  ikut membantu pendanaan penyelesaian kasus tersebut, hal itu menunjukkan ia dan kantornya terlibat penuh dalam upaya menutupi perilaku Andrew.

“Uang Charles dipakai untuk menyelamatkan Andrew dari pengadilan terbuka, menghentikan gugatan perdata yang berpotensi menyorot dugaan pelecehan seksual oleh anggota senior kerajaan terhadap remaja korban perdagangan manusia di ruang sidang New York,” tulis Sykes.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menilai langkah itu sebagai perhitungan politik keras demi kepentingan takhta. Namun, perhitungan tersebut dinilai justru berbalik merugikan.

Sejak 2022, skandal hubungan Andrew dengan Epstein bukannya mereda, melainkan makin melebar, terlebih setelah Departemen Kehakiman AS merilis kembali email dan foto dalam berkas Epstein. Andrew telah lama membantah melakukan kesalahan apa pun terkait Epstein.

Halaman Selanjutnya

Dalam wawancara BBC yang kontroversial pada 2019, Andrew juga mengaku tak mengingat pernah bertemu Giuffre, meski Giuffre menyatakan ia mengalami tiga kali hubungan seksual dengan Andrew atas arahan Epstein. Giuffre meninggal dunia tahun lalu karena bunuh diri. Epstein sendiri tewas pada 2019, juga dalam dugaan bunuh diri, setelah ditahan atas tuduhan perdagangan seks federal.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |