Terungkap! Siswa 14 Tahun Pelaku Penembakan Thailand Belajar Senjata Online Selama 2 Tahun

2 weeks ago 13

Senin, 10 Agustus 2026 - 13:00 WIB

VIVA –Pihak kepolisian Thailand mengungkap fakta baru terkait dengan penembakan di Debsirin Nonthaburi School yang terjadi pada Jumat lalu 6 Agustus 2026. Berdasarkan keterangan pihak kepolisian, pelaku yang merupakan siswa berusia 14 tahun itu telah mempelajari cara menggunakan senjata api melalui internet. Hal ini dilakukan pelaku selama sekitar satu hingga dua tahun sebelum kejadian.

Wakil Komisaris Kepolisian Wilayah 1, Pol Maj Gen Atthaphon Anusit, mengatakan berdasarkan hasil penyelidikan sementara ada sejumlah faktor yang dinilai berkontribusi terhadap kejadian tersebut. Beberapa factor diantaranya adalah masalah keluarga, kesulitan dalam belajar, hubungan dengan teman sebaya, serta paparan konten kekerasan di media sosial.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Polisi telah meminta keterangan dari sekitar 20 orang dan mengirim sejumlah barang bukti penting, termasuk senjata api, selongsong peluru bekas, telepon seluler, dan komputer, untuk diperiksa secara forensic," kata doa dikutip dari laman The Bangkok Post, Senin 10 Agustus 2026.

Petugas juga menggeledah rumah siswa tersebut dan menyita sebuah telepon seluler lama serta komputer. Hasil pemeriksaan awal menunjukkan bahwa ia pernah mempelajari materi tentang kekerasan di internet dan memiliki ketertarikan terhadap senjata api.

Atthaphon mengatakan pelaku pernah memesan senjata jenis BB gun melalui internet dan membawanya ke sekolah pada tahun lalu. Senjata tersebut kemudian disita oleh seorang guru.

"Analisis komputer juga menunjukkan bahwa dia telah mempelajari cara menggunakan senjata api melalui internet selama sekitar satu hingga dua tahun," katanya.

Namun, polisi tidak menemukan catatan bahwa siswa tersebut pernah berlatih di lapangan tembak atau mengikuti pelatihan penggunaan senjata api secara resmi.

Atthaphon juga mengatakan bahwa siswa tersebut membawa pisau di dalam tas sekolahnya.

Sementara itu, laporan yang menyebutkan bahwa ia pernah menulis atau menggambar tentang senjata api belum dapat dipastikan kebenarannya dan masih akan diselidiki lebih lanjut.

"Penyelidikan ini bukan semata-mata untuk membuktikan apakah siswa tersebut bersalah atau tidak, tetapi untuk menemukan penyebab sebenarnya yang melatarbelakangi kejadian ini," kata Atthaphon.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Rentetan Faktor Penyebab Perilaku Pelaku

Hasil penyelidikan sejauh ini menunjukkan adanya sejumlah faktor, termasuk orang tua siswa tersebut yang telah berpisah dan ia tinggal bersama kakek-neneknya sejak sekitar usia dua tahun. Selain itu, terdapat masalah dalam bidang akademik, hubungan dengan teman-teman, serta laporan mengenai perundungan atau bullying yang dialaminya.

Halaman Selanjutnya

Polisi belum menemukan satu faktor tertentu yang dapat dianggap sebagai penyebab utama. Saat ini, mereka berfokus pada upaya memulihkan rasa aman dan kepercayaan para orang tua, siswa, serta guru menjelang sekolah kembali dibuka.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |