Thailand, VIVA – Thailand semakin serius memperkuat posisinya sebagai salah satu pusat industri otomotif terbesar di Asia Tenggara. Negeri Gajah Putih kini tak hanya mempertahankan industri mobil konvensional, tetapi juga menggelontorkan investasi besar untuk membangun ekosistem kendaraan listrik.
Dilansir VIVA dari The Nation, Selasa 18 Agustus 2026, Hingga Mei 2026, Board of Investment (BOI) Thailand mencatat ada 198 proyek industri kendaraan listrik yang telah mendapat persetujuan dengan nilai investasi lebih dari 137 miliar baht atau setara sekitar Rp73,9 triliun.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Investasi itu tidak hanya digunakan untuk membangun pabrik mobil listrik. Thailand juga membidik seluruh rantai industri kendaraan listrik, mulai dari baterai, komponen utama, sistem penyimpanan energi, hingga infrastruktur pengisian daya.
Dikutip dari The Nation, investasi kendaraan listrik berbasis baterai atau BEV mencapai 39,5 miliar baht atau sekitar Rp21,3 triliun dari 18 proyek.
Kemudian kendaraan hybrid atau HEV menyumbang 29,9 miliar baht atau sekitar Rp16,1 triliun melalui tujuh proyek.
Sementara itu, investasi plug-in hybrid atau PHEV mencapai 9,429 miliar baht atau sekitar Rp5,1 triliun dari tujuh proyek.
Thailand juga mengalokasikan 3,1 miliar baht atau sekitar Rp1,67 triliun untuk kategori kendaraan listrik lainnya, termasuk bus dan sepeda motor listrik.
Tak kalah besar, sektor baterai dan sistem penyimpanan energi mendapat investasi 33,5 miliar baht atau sekitar Rp18,1 triliun melalui 57 proyek.
Adapun investasi komponen penting seperti motor traksi, battery management system (BMS), dan sistem pengendali tenaga listrik mencapai 12,5 miliar baht atau sekitar Rp6,75 triliun dari 49 proyek.
Thailand juga tidak lupa membangun infrastruktur pendukung. Investasi untuk stasiun pengisian daya dan fasilitas battery swapping mencapai 9,788 miliar baht atau sekitar Rp5,28 triliun. Dari proyek tersebut, lebih dari 22.900 titik pengisian daya direncanakan dibangun di seluruh Thailand.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jumlah itu mencakup lebih dari 10.000 unit fast charger. Ambisi Thailand menjadi basis produksi kendaraan listrik ASEAN juga terlihat dari banyaknya merek global yang telah membangun fasilitas produksi di negara tersebut.
Mercedes-Benz, Great Wall Motor, SAIC Motor-CP, BYD, AION Automobile, Changan dan EV Primus telah lebih dulu memulai produksi.
Halaman Selanjutnya
Pada 2026, BMW, Hyundai Mobility serta Omoda & Jaecoo turut masuk dalam daftar produsen yang memproduksi kendaraan di Thailand.

1 week ago
20
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

