VIVA – Pengamat Bung Harpa mengatakan jika Timnas Indonesia seolah terkena karma bertubi-tubi usai lengsernya Shin Tae-yong dari kursi kepelatihan sejak awal 2025.
Yang lebih mengkhawatirkan lagi, Bung Harpa sampai membuat analogi seperti Benfica yang tak pernah juara kompetisi Eropa setelah mengganti pelatihnya pada dekade 1960-an.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Satu lagi kegagalan dialami Timnas Indonesia. Piala AFF yang biasanya hanya dipandang sebelah mata justru kembali sirna setelah terhenti di fase grup.
Ramai permintaan maaf, baik dari para pemain, pelatih, bahkan terbaru federasi pun mengungkapkan penyesalan setelah gagal ke semifinal Piala AFF 2026.
Padahal, komposisi skuad yang diboyong John Herdman ke Piala AFF 2026 terbilang cukup mumpuni meskipun tidak menyertakan para pemain abroad.
Banyak pihak yang bertanya-tanya, apa faktor yang membuat Timnas Indonesia tampak sial saat menyongsong agenda bergengsi, khususnya tingkat Asia Tenggara.
Kasus STY Mirip Benfica?
Hal ini lantas diulas oleh pengamat Bung Harpa. Lewat kanal Youtube-nya, dia mengatakan jika Timnas Indonesia alami serangkaian kegagalan selepas depak STY.
“Boleh dibilang mistik, boleh enggak, tapi selepas pemecatan Shin Tae-yong, semua kita berturut-turut gagal dalam banyak event,” kata Bung Harpa di Youtube-nya.
Lebih jauh, Bung Harpa sampai menyamakan Timnas Indonesia dengan Benfica, klub raksasa Portugal yang kerap mengalami kesialan di kompetisi kontinental.
Singkatnya, Benfica saat itu mendepak Bela Guttmann yang baru bawa klub itu juara Eropa dua kali. Sang pelatih lalu mengatakan sumpah serapah yang terkenal.
“Tidak dalam seratus tahun dari sekarang, Benfica akan menjadi juara Eropa,“ ucapnya.
Menurut Bung Harpa, fenomena yang tengah dialami Timnas Indonesia pasca Shin Tae-yong hampir mendekati dengan nasib apes Benfica di Eropa.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
“Orang bilang karma, orang bilang apa boleh percaya boleh enggak. Tapi ini agak sedikit mengingatkan gua dengan Bela Guttmann yakni pelatih dari Sporting Lisbon (Benfica) kalau enggak salah ya,” cerita Bung Harpa.
“(Bela Guttmann) diperlakukan dengan tidak baik. Lantas kemudian tim ini masuk berkali-kali final enggak pernah juara karena dikutuk 100 tahun enggak bisa juara katanya,” ujar sang pundit.
Halaman Selanjutnya
Bung Harpa lalu menjabarkan bahwa Timnas Indonesia telah gagal dalam banyak ajang, mulai dari Kualifikasi Piala Dunia, Asian Games, SEA Games dan terbaru Piala AFF.

2 weeks ago
13
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

