Tinggalkan Aprilia untuk Yamaha, Jorge Martin: Dulu Mereka Juga Bilang Saya Akan Gagal

4 days ago 5

Sabtu, 22 Agustus 2026 - 20:00 WIB

VIVA – Jorge Martin tidak gentar dengan keraguan yang mengiringi keputusannya meninggalkan Aprilia dan bergabung dengan Yamaha pada MotoGP 2027. Bagi pemimpin klasemen sementara MotoGP 2026 itu, komentar miring soal masa depannya bukan sesuatu yang baru.

Martin bahkan mengingat kembali situasi dua tahun lalu saat dirinya memutuskan menerima tawaran Aprilia. Ketika itu, banyak pihak mempertanyakan langkah sang pembalap karena Aprilia belum dipandang sebagai kekuatan utama yang mampu bersaing secara konsisten dengan Ducati.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kini, situasinya berubah drastis. Martin dan Aprilia justru berada dalam persaingan ketat perebutan gelar juara dunia MotoGP 2026. Karena itu, pembalap asal Spanyol tersebut memilih tidak terlalu memikirkan anggapan bahwa kepindahannya ke Yamaha merupakan perjudian besar.

"Saya selalu membuat keputusan berdasarkan apa yang terbaik untuk saya dan keluarga saya. Dan saya yakin ini adalah keputusan terbaik," kata Martin dikutip DAZN.

Jorge Martin Bersama Aprilia Racing

Photo :

  • REUTERS/Jennifer Lorenzini

Keputusan itu memang mengundang banyak pertanyaan. Martin akan meninggalkan pabrikan yang kini sedang berada di jalur perebutan gelar dan memilih bergabung dengan Yamaha, tim yang dalam beberapa musim terakhir kesulitan keluar dari keterpurukan.

Yamaha terakhir kali merebut gelar juara dunia MotoGP pada 2021 melalui Fabio Quartararo. Sejak saat itu, pabrikan asal Iwata tersebut terus berjuang mengejar ketertinggalan dari Ducati dan rival-rivalnya.

Perubahan besar yang dilakukan Yamaha, termasuk proyek mesin V4, belum langsung menghasilkan lonjakan performa yang signifikan. Bahkan, Quartararo akhirnya memilih mengakhiri perjalanannya bersama Yamaha dan mengambil tantangan baru bersama Honda.

Namun, Martin melihat situasi itu dengan sudut pandang berbeda. Ia menegaskan pernah menghadapi keraguan serupa ketika memutuskan bergabung dengan Aprilia.

"Sama seperti saat saya bergabung dengan Aprilia. Banyak yang bilang itu akan menjadi bencana, bahwa Aprilia belum pernah menang dan saya akan pergi ke mana bersama mereka. Tapi sekarang saya ada di sini, memimpin kejuaraan," ujar Martin.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pengalaman tersebut tampaknya menjadi alasan utama Martin tetap tenang menghadapi kritik. Ia merasa keputusan karier tidak seharusnya hanya didasarkan pada kondisi sesaat sebuah tim.

Pada musim panas 2024, Martin menandatangani kontrak berdurasi dua tahun dengan Aprilia setelah gagal mendapatkan promosi ke tim pabrikan Ducati. Saat itu, Aprilia memang belum menunjukkan konsistensi sebagai penantang gelar.

Halaman Selanjutnya

Kemenangan spektakuler Maverick Vinales di MotoGP Amerika menjadi salah satu pengecualian di tengah musim yang sulit. Namun, Aprilia perlahan berkembang dan kini mampu mengganggu dominasi Ducati.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |