Tips Memilih Perawatan yang Tepat untuk Kulit Biar Gak FOMO

3 weeks ago 10

Kamis, 12 Februari 2026 - 19:58 WIB

Jakarta, VIVA – Tren perawatan kulit semakin berkembang pesat. Rasanya selalu ada treatment baru yang viral di Instagram dan TikTok, mulai dari laser, injectable, hingga berbagai prosedur non-invasif. Kondisi ini sering membuat banyak orang merasa FOMO (fear of missing out) dan tergoda mencoba treatment tanpa benar-benar memahami kebutuhan kulitnya sendiri.

Fenomena ini diakui sebagai hal yang wajar terjadi di masyarakat oleh para dokter kecantikan mengingat banyak juga alat-alat baru di bidang dermatologi estetika, Lalu bagaimana cara memilih perawatan kulit yang tepat agar tidak sekadar ikut tren?

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dijelaskan oleh dr. Riva Ambardina Pradita, Dokter   Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika, bahwa sebelum fokus pada flek, jerawat, atau kerutan, ada satu fondasi penting yang harus diperhatikan terlebih dahulu.

“Yang pertama itu kita mau mencapai skin health restoration,” ujar dr. Riva dalam seminar media “Comprehensive Solution of Medical Aesthetic and Wellnes by Specialists” oleh Bamed di kawasan SCBD, Jakarta Selatan pada Kamis, 12 Februari 2026. 

Artinya, tujuan awal perawatan adalah mengembalikan kesehatan kulit secara menyeluruh. Bukan hanya memperbaiki tampilan luar, tetapi memastikan lapisan kulit bekerja optimal.

“Jadi overall apapun itu tanpa keluhan, kita tidak memandang keluhannya dulu, tapi kita ingin mencapai skin health restoration,” ujarnya lagi.

Kulit diibaratkan seperti wafer dengan banyak lapisan. Setiap hari terjadi proses pergantian sel kulit atau turnover. Pada usia muda, proses ini berlangsung sekitar 28 hari. Namun seiring bertambahnya usia, siklus tersebut bisa melambat bahkan hingga 90 hari.

“Jadi tujuan dari skin health restoration adalah kita mau membooster lagi turnover kulit,” tamahnya. 

Booster ini bisa dilakukan melalui skincare harian dari dokter, chemical peeling, atau injectable skin booster untuk meningkatkan kesehatan kulit secara umum.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Banyak pasien datang dengan referensi dari media sosial. Namun belum tentu treatment yang cocok pada orang lain akan memberikan hasil sama.

“Memang banyak itu pasien yang tergiring opini publik, lihat di Instagram, di TikTok, oh bentol sutan bagus ya, oh ini dengan laser ini bagus,” terang dr. Caroline Oktarina, Spesialis Dermatologi, Venereologi dan Estetika. 

Halaman Selanjutnya

Padahal, faktor kecocokan kulit dan anggaran juga harus dipertimbangkan. Maka dari itu FOMO bukan hal yang harus dituruti. 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |