Timika, VIVA – TNI melakukan pengejaran terhadap kelompok bersenjata yang diduga membawa paksa sembilan perempuan di Distrik Jila, Kabupaten Mimika, Papua Tengah.
Komandan Kodim 1710/Mimika Letnan Kolonel Infanteri Jozanda mengatakan, pengejaran dilakukan setelah pihaknya menerima laporan masyarakat mengenai dugaan penyanderaan tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jozanda mengatakan personel TNI langsung dikerahkan untuk mencari keberadaan kelompok bersenjata sekaligus menyelamatkan sembilan warga yang dibawa paksa.
"Jangan khawatir, kita sudah melakukan pengejaran terhadap para pelaku. Semoga para prajurit yang melakukan pengejaran ini juga diberikan kemudahan sehingga segera menemukan dan menyelamatkan anak-anak kita ini," katanya, dikutip Kamis, 20 Agustus 2026.
Menurut Jozanda, warga yang dibawa paksa kelompok bersenjata tersebut terdiri dari anak-anak hingga perempuan dewasa. Bahkan, terdapat seorang korban yang masih berusia 17 tahun dan tengah hamil muda.
"Kalau bahasa saya itu pembawaan paksa, jadi dipaksa dibawa. Danramil Jila menerima laporan dari masyarakat setempat, ada beberapa warga yang dipaksa dibawa, ada anak kelas III SD, kelas IV SD, kelas VI SD, ada yang umur 18 tahun tiga orang, dan satu orang berumur 17 tahun sedang dalam kondisi hamil muda," ujarnya.
Jozanda mengungkap aksi kelompok bersenjata tersebut juga menyebabkan dua ibu menjadi korban. Keduanya disebut berusaha mencegah anak mereka dibawa paksa.
"Ibu itu menolak anaknya dibawa paksa dan akhirnya ibu itu ditembak hingga meninggal ditempat. Kemudian seorang ibu lainnya yang juga menolak anaknya dibawa paksa, dibuang ke jurang dan mengalami patah tulang kaki," ujarnya.
Ibu yang tewas ditembak diketahui bernama Neregingget Magai (48). Sementara seorang ibu lainnya, Inkolung Aim, mengalami patah tulang kaki setelah didorong ke jurang.
"Yang ditembak itu langsung meninggal dunia dan sore itu juga jenazahnya langsung dikremasi. Yang patah tulang ini masih hidup, sekarang sedang menjalani perawatan di Jila. Saya juga belum dapatkan info usianya berapa," ujarnya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Jozanda menyebut situasi di Distrik Jila saat ini berangsur kondusif. Namun, akses transportasi penerbangan menuju wilayah tersebut masih belum dapat dilakukan.
Berdasarkan informasi yang diterima dari masyarakat, kelompok bersenjata yang membawa paksa sembilan warga tersebut berjumlah sekitar 15 orang.
Halaman Selanjutnya
Terkait identitas kelompok tersebut, TNI masih melakukan investigasi. Jozanda menyebut kelompok tersebut diduga merupakan kelompok baru karena memiliki bahasa yang berbeda dengan masyarakat setempat.

6 days ago
8
















:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/9310865/original/081850900_1785378315-cropped-2d7f636b-2380-40cc-a881-ea61c56069f5.jpg)

