Kamis, 12 Februari 2026 - 21:20 WIB
VIVA – Topan Gezani meruntuhkan rumah-rumah di kota pelabuhan utama Madagaskar dan menewaskan sedikitnya 36 orang saat melintasi pulau di Samudra Hindia tersebut dengan angin kencang dan hujan lebat, kata pihak berwenang pada hari Kamis, 12 Februari 2026. Sebanyak 374 orang luka parah dan enam orang dilaporkan hilang.
Kantor Nasional untuk Manajemen Risiko dan Bencana melaporkan bahwa 257.222 rumah rusak, 11.980 rumah kolam renang terdampak, dan 37.253 bangunan rusak. Jumlah pengungsi mencapai 8.852 orang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Dari 36 kematian, 32 terjadi di kota Toamasina, dua di Ambatondrazaka, dan masing-masing satu di Anjozorobe dan Brickaville.
"Statistik ini diterima dari lima wilayah dan 18 distrik yang paling terdampak Topan Gezani," kata badan penanggulangan bencana tersebut, menyebutkan wilayah-wilayah tersebut sebagai Atsinanana, Analamanga, Analanjirofo, Alaotra Mangoro, dan Itasy.
Badan tersebut mengatakan 17.980 bangunan hancur total, 490 sekolah kehilangan atapnya sepenuhnya, dan 48 lokasi akomodasi rusak di 18 distrik di lima wilayah.
Pihak berwenang mengatakan mitra internasional telah memberikan bantuan kepada negara kepulauan Samudra Hindia tersebut, yang masih dalam proses pemulihan dari Topan Fytia dua pekan lalu, yang menewaskan 12 orang.
Madagaskar sangat rentan terhadap siklon yang bertiup dari Samudra Hindia dan dihantam oleh siklon mematikan lainnya kurang dari dua minggu yang lalu.
Toamasina, dengan sekitar 300.000 penduduk, mengalami kerusakan parah, kata warga kepada Associated Press. Mayoritas korban tewas berada di wilayah tersebut, kata pihak berwenang.
Presiden Michael Randrianirina, yang merebut kekuasaan melalui kudeta militer pada bulan Oktober, mengunjungi Toamasina untuk meninjau kerusakan dan bertemu dengan warga, menurut video yang diunggah di halaman Facebook kantornya. Video tersebut menunjukkan lingkungan yang tergenang banjir, rumah dan toko dengan jendela yang pecah dan atap yang roboh, serta pohon dan puing-puing lainnya berserakan di jalanan.
Kantor Randrianirina mengatakan sekitar 75% infrastruktur kota telah rusak atau hancur.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Ini kehancuran. Atap-atap telah roboh, dinding-dinding telah runtuh, tiang-tiang listrik tumbang, pohon-pohon telah tercabut akarnya. Tampaknya seperti pemandangan yang mengerikan," kata Michel, seorang warga yang hanya menyebutkan nama depannya, melalui telepon.
Musim siklon di Madagaskar berlangsung sekitar bulan November hingga Maret dan membawa bencana cuaca berulang kali ke salah satu negara termiskin di dunia, yang hampir tidak punya waktu untuk pulih sebelum bencana lain datang.
Halaman Selanjutnya
Madagaskar, pulau terbesar keempat di dunia, telah dihantam oleh lebih dari selusin badai tropis atau siklon sejak tahun 2020. Kantor PBB untuk Pengurangan Risiko Bencana mengatakan bahwa bencana tersebut menyebabkan kerusakan infrastruktur senilai sekitar 85 juta dolar AS setiap tahunnya yang menghambat pembangunan negara tersebut.

3 weeks ago
14










:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5479806/original/021929400_1768990958-makanan_beku_sehat.jpg)



:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/3429214/original/050982400_1618458325-dan-dealmeida-4aM_QE-HRLw-unsplash.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5500390/original/054028400_1770863825-IMG01145.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5124902/original/069816200_1738908499-glass-water-ai-generated.jpg)
:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5523066/original/035189100_1772787502-andi_campak.jpeg)

