Trent Alexander-Arnold Dipaksa Jadi Gelandang, Jose Mourinho Bongkar Fakta Sesungguhnya

1 day ago 6

Rabu, 9 September 2026 - 21:30 WIB

VIVA – Jose Mourinho memberikan penilaian tegas mengenai posisi Trent Alexander-Arnold setelah bek asal Inggris itu dimainkan sebagai gelandang oleh Real Madrid di Liga Champions.

Alexander-Arnold mendapat tugas berbeda ketika Real Madrid menghadapi Inter Milan di Santiago Bernabeu. Pemain 27 tahun itu ditempatkan di lini tengah dan berduet dengan Federico Valverde.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Keputusan tersebut diambil karena Real Madrid tengah mengalami krisis pemain. Sejumlah gelandang seperti Eduardo Camavinga dan Arda Guler absen, sehingga Mourinho harus mencari solusi alternatif.

Eksperimen tersebut memang berbuah manis. Real Madrid berhasil mengalahkan Inter Milan dengan skor 2-1.

Namun, Mourinho menilai keberhasilan tersebut tidak serta-merta membuat Alexander-Arnold cocok dijadikan gelandang secara permanen.

Menurut Mourinho, karakteristik Alexander-Arnold lebih ideal untuk bermain sebagai bek kanan. Ia memang memiliki kemampuan untuk menjalankan peran di lini tengah, tetapi bukan berarti posisi tersebut menjadi tempat terbaiknya.

"Dia pernah bermain sebagai gelandang bersama Inggris dan Liverpool, tetapi dia bukan seorang gelandang," ujar Mourinho.

Mourinho tetap memberikan apresiasi terhadap penampilan Alexander-Arnold saat menghadapi Inter. Ia menilai sang pemain mampu menjalankan instruksi dengan baik meski harus menjalani peran yang berbeda.

"Dia bermain sangat baik. Dia memahami apa yang harus dilakukan secara taktik dengan sangat baik. Dia dan Valverde bekerja sangat baik di level ini," katanya.

Mourinho juga menyoroti perbedaan tuntutan fisik antara bermain sebagai bek sayap dan gelandang tengah.

Menurutnya, Alexander-Arnold harus bekerja jauh lebih keras ketika ditempatkan di pusat permainan. Ruang yang harus dijangkau lebih luas dan intensitas duel di lini tengah juga berbeda.

"Ini sulit bagi Trent. Saya menghargai usaha yang dia lakukan, tetapi dengan karakteristiknya, kebutuhan untuk bermain sebagai bek sayap atau gelandang tengah benar-benar berbeda secara fisik," tutur Mourinho.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Perbedaan tersebut terlihat menjelang pertandingan berakhir. Alexander-Arnold mulai kehabisan tenaga sehingga akhirnya ditarik keluar.

"Dia pernah bermain di sana beberapa kali bersama Liverpool dan tim nasional, tetapi situasinya benar-benar berbeda. Dia sudah tidak punya tenaga lagi," ujar Mourinho.

Halaman Selanjutnya

Meski demikian, eksperimen tersebut memberikan opsi tambahan bagi Real Madrid. Alexander-Arnold membuktikan bahwa dirinya cukup fleksibel untuk menjalankan instruksi di posisi yang berbeda.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |