Kamis, 10 September 2026 - 17:00 WIB
VIVA –Presiden Donald Trump kembali menggegerkan publik atas pernyataan terbarunya terkait pemilu Amerika Serikat baru-baru ini. Dalam pidatonya di konvesi pemilu sela Partai Republik di Dallas, dirinya berjanji akan memberikan uang sebesar 5.000 USD atau setara Rp 87,76 juta kepada setiap warga negara AS jika Partai Republik tetap menguasai DPR dan senat dalam pemilu sela (midterm).
Melansir laman The Guardian, Kamis 10 September 2026, janji yang dibuat Trump itu diperkirakan akan menelan biaya lebih dari 1 triliun USD atau setara Rp 17,5 kuadriliun dan langsung memunculkan kekhawatiran terkait persoalan etika. Namun, janji itu juga menunjukkan betapa cemasnya Partai Republik terhadap peluang mereka dalam pemilu penting yang akan digelar pada November mendatang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jika Partai Republik menang, Anda menang bersama kami dan Anda akan mendapatkan 5.000 USD," kata Trump di hadapan massa yang bersorak.
Dalam pidato yang berlangsung hampir dua jam itu, ia juga meminta para pemilih untuk berpura-pura seolah-olah dirinya ikut mencalonkan diri, meski tingkat ketidakpopulerannya yang tinggi membuat banyak politikus Partai Republik yang berada dalam persaingan ketat memilih tidak menghadiri acara tersebut.
Dalam kampanyenya itu juga, Trump sempat membeberkan klaim bukti yang menyebut bahwa dua tahun pertama masa jabatan keduanya merupakan dua tahun paling sukses, secara finansial dan dalam segala hal lainnya, dalam sejarah kepresidenan. Namun, sebagian besar pidatonya justru digunakan untuk memperingatkan dengan nada menakutkan tentang apa yang akan terjadi jika Partai Demokrat memenangkan kursi DPR atau Senat dalam dua tahun terakhir masa kepresidenannya.
"Ada awan kecil yang gila dan sakit di atas negara kita. Kita akan mengalahkan komunisme di Amerika," kata dia.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Trump dan Partai Republik berharap konvensi pemilu sela ini yang merupakan acara pertama semacam itu yang pernah digelar Partai Republik dapat meningkatkan dukungan terhadap partai tersebut. Partai Republik diperkirakan akan kehilangan kendali atas DPR.
Namun, tingkat ketidakpopuleran Trump di kalangan masyarakat Amerika, dengan tingkat persetujuannya berada di sekitar 38 persen, membuat banyak kandidat Partai Republik yang bertarung dalam pemilu ketat memilih tidak menghadiri acara yang berlangsung selama dua hari tersebut.
Halaman Selanjutnya
Meski demikian, pidato Trump menunjukkan bahwa ia merasa dirinya akan menjadi faktor penentu dalam pemilu November. Trump mengakui bahwa partai yang menguasai Gedung Putih biasanya menghadapi kesulitan dalam pemilu sela.

3 days ago
6













