Trump Tegaskan Tak Perlu Dukungan Sekutu Kuasai Selat Hormuz

3 hours ago 1

Rabu, 18 Maret 2026 - 17:00 WIB

Jakarta, VIVA – Presiden AS Donald Trump, Selasa waktu setempat, mengatakan bahwa AS tidak lagi membutuhkan dukungan angkatan laut Jepang dan sekutu lainnya untuk membantu mengamankan Selat Hormuz. Keberhasilan militer AS juga diklaim telah dicapai dalam perang melawan Iran.

Trump sebelumnya menyatakan ketidakpuasannya terhadap anggota NATO lainnya, Australia, Jepang, dan Korea Selatan setelah mereka menunjukkan sedikit minat untuk menerima permintaannya yang berulang kali untuk mengirim kapal perang ke koridor maritim penting tersebut, yang biasanya dilalui sekitar 20 persen pengiriman minyak dunia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena kita telah mencapai keberhasilan militer yang begitu besar, kita tidak lagi 'membutuhkan,' atau menginginkan, bantuan negara-negara NATO -- KITA TIDAK PERNAH MEMBUTUHKANNYA! Demikian juga Jepang, Australia, atau Korea Selatan," tulisnya di media sosial, dikutip Rabu, 18 Maret 2026.

Perubahan haluan Trump itu terjadi menjelang pertemuannya yang direncanakan dengan Perdana Menteri Jepang Sanae Takaichi di Gedung Putih pada Kamis. Selama akhir pekan, Trump menyatakan harapan bahwa Inggris, China, Prancis, Jepang, dan Korea Selatan akan bekerja sama dengan Amerika Serikat untuk membantu menjaga jalur pelayaran tetap terbuka dan aman.

Jepang dan negara-negara Asia lainnya sangat bergantung pada Timur Tengah untuk energi. Jepang bergantung pada kawasan tersebut untuk lebih dari 90 persen impor minyak mentahnya, yang sebagian besar melewati jalur air sempit antara Iran dan Oman. Namun, sulit bagi Jepang untuk mengirim Pasukan Bela Diri ke zona perang karena Konstitusi pasifisnya.

Trump mengatakan, sebagian besar sekutu lain dari NATO telah memberi tahu Amerika Serikat bahwa mereka tidak ingin bergabung dengan kampanye militer AS-Israel melawan Iran. Terutama menyalahkan sekutu Eropa, Trump berkata, "Saya tidak terkejut dengan tindakan mereka, karena saya selalu menganggap NATO, di mana kita menghabiskan ratusan miliar dolar per tahun untuk melindungi negara-negara yang sama ini, sebagai jalan satu arah."

Kemudian pada hari itu, Trump mengatakan kepada wartawan di Ruang Oval bahwa dia "kecewa" dengan NATO dan beberapa negara lain, tanpa menyebutkan nama mereka. "Mereka seharusnya sangat berterima kasih," kata Trump, menegaskan bahwa tanpa operasi militer terbaru, "negara seperti Iran diizinkan untuk memiliki kekuatan senjata nuklir."

Halaman Selanjutnya

Tanpa tanda-tanda perang akan berakhir dan Iran secara efektif menutup Selat Hormuz, Trump semakin membingkai serangan militer yang dilancarkan terhadap Iran pada 28 Februari sebagai upaya atas nama banyak pihak lain untuk memastikan perdamaian dunia.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |