Jakarta, VIVA – Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia mengatakan, pihaknya bakal membentuk tim guna mengkaji dan membahas Rancangan Undang-Undang Minyak dan Gas Bumi (RUU Migas).
Namun, Dia mengaku masih harus menunggu Surat Presiden (Surpres) terkait dengan RUU Migas, sebelum membentuk tim tersebut.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Legislatif mempergunakan hak inisiatifnya untuk melakukan proses pembahasan terhadap RUU Migas. Nah, sekarang sudah ada di eksekutif," kata Bahlil di Kementerian ESDM, Jakarta, Jumat, 11 September 2026.
Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Kompleks Istana Kepresidenan
Photo :
- Biro Pers Sekretariat Presiden
"Sekarang kami lagi menunggu surat presidennya, untuk kemudian kami akan membentuk tim, baru kita kaji," ujarnya.
Bahlil mengatakan bahwa nantinya RUU Migas itu akan diarahkan untuk memudahkan pemerintah, dalam upaya meningkatkan lifting minyak dan gas bumi (migas).
Di sisi lain, Bahlil juga berharap RUU Migas ini akan mampu mengatasi sejumlah masalah dalam tata kelola migas, yang selama ini dinilai masih belum berjalan dengan baik.
"Yang penting dari undang-undang ini adalah bagian dari proses untuk bagaimana memudahkan kita dalam rangka meningkatkan lifting, memastikan agar berbagai hal terkait yang selama ini masih kurang baik. Itu kita akan perbaiki lewat undang-undang ini," kata Bahlil.
Perihal pembentukan Badan Usaha Khusus (BUK) dalam RUU Migas tersebut, Bahlil mengatakan jika hal itu masih dalam pembahasan. Dia mengakui bahwa saat ini pemerintah masih mencari formulasi kelembagaan yang paling tepat untuk pengelolaan sektor migas.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Semuanya lagi dalam pembahasan. Ya seperti SKK, itu kan sebenarnya dulu juga BPH kan. Lalu kemudian dianulir lewat Mahkamah Konstitusi, lalu kemudian itu sifatnya ad hoc sementara," kata Bahlil.
"Nah, saya pikir semua hal itu dimungkinkan saja. Yang penting kita cari formulasi yang terbaik untuk kebaikan bangsa dan negara ini," ujarnya.
Jaga Daya Beli Masyarakat, Bahlil Janji Harga BBM Subsidi Tak Naik Meski Minyak Dunia Melonjak
Menteri ESDM, Bahlil Lahadalia menegaskan, pemerintah bakal tetap menjaga harga BBM subsidi supaya tidak naik meskipun harga minyak dunia sudah melampaui US$100 per barel
VIVA.co.id
11 September 2026

2 days ago
6













