Waka Komisi X DPR Usul Pembangunan Sekolah Darurat di NTT: Agar Proses Belajar Tetap Berjalan

1 week ago 2

Rabu, 19 Agustus 2026 - 16:58 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Ketua Komisi X DPR RI Lalu Hadrian Irfani meminta agar pemerintah membuatkan sekolah darurat bagi siswa terdampak gempa bumi di Provinsi Nusa Tenggara Timur (NTT).

Pihaknya ingin agar kegiatan belajar mengajar tetap berjalan meskipun terjadi bencana gempa bumi. Meskipun, memang gempa susulan masih terus terjadi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kami ingin bahwa proses belajar mengajar terus berjalan di saat gempa, yang sampai dengan hari ini memang masih berlangsung gempa susulan,” ungkap Lalu di Gedung DPR, Jakarta Pusat, Rabu, 19 Agustus 2026.

Lalu mengusulkan kepada pemerintah untuk mendirikan sekolah darurat menggunakan tenda atau di bangunan yang tidak terdampak gempa.

“Jumlah sekolah daruratnya ya tentu menyesuaikan. Kalau ternyata sekolah existing-nya masih bisa dilakukan, ya tentu diinventarisir,” jelasnya.

“Tetapi lagi-lagi bahwa kami menyarankan agar belajar di sekolah darurat terlebih dahulu. Apakah nanti disiapkan berupa tenda atau ditempatkan di sekolah yang memang tidak terdampak oleh gempa tersebut,” tambah Lalu.

Sebelumnya, Kementerian Pendidikan Dasar dan Menengah (Kemendikdasmen) mencatat bahwa sebanyak 324 sekolah di NTT rusak akibat gempa magnitudo 7,7.

“Berdasarkan data per 16 Agustus 2026, dilaporkan sebanyak 324 satuan pendidikan di tujuh kabupaten terdampak gempa,” tulis Kemendikdasmen dalam keterangannya, Selasa, 18 Agustus 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, Kemendikdasmen menyebut angka tersebut masih bersifat sementara. Pemerintah sampai saat ini masih terus mendata sekolah-sekolah yang rusak dan membutuhkan penanganan pasca gempa.

tvOnenews.com/Syifa Aulia

Personel Kantor SAR Maumere mengevakuasi korban bangunan roboh akibat guncangan gempa bumi di NTT

BNPB Siap Dukung Perbaikan Rumah Warga NTT yang Rusak Akibat Gempa M 7,7

Pemerintah melalui BNPB menyiapkan dukungan bagi masyarakat Nusa Tenggara Timur (NTT) yang rumahnya mengalami kerusakan akibat gempa Magnitudo 7,7 pada 15 Agustus 2026.

img_title

VIVA.co.id

19 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |