Wamenag Serahkan SK Program Doktor Manajemen Pesantren di Universitas Darunnajah

1 week ago 19

Selasa, 18 Agustus 2026 - 17:59 WIB

Jakarta, VIVA – Wakil Menteri Agama (Wamenag), Romo R Muhammad Syafi’i menyerahkan Surat Keputusan Pendirian Program Doktor (S-3) Manajemen Pendidikan Islam Konsentrasi Manajemen Pesantren kepada Universitas Darunnajah, Selasa, 18 Agustus 2026 di kampus universitas tersebut, Jakarta.

Dalam sambutannya, Wamenag menyatakan bahwa tantangan terbesar dunia pesantren di Indonesia saat ini adalah kualitas diri lembaga yang harus adaptif terhadap perubahan zaman. Menurutnya, daya tahan pesantren pada akhirnya ditentukan oleh kesanggupan lembaga membaca dan menjawab tuntutan zamannya sendiri.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Penyerahan SK dirangkai dengan Seminar Nasional dan Grand Launching bertema “Era Baru Pesantren Menuju Indonesia Emas 2045”. Program ini merupakan program doktor pertama sepanjang sejarah Universitas Darunnajah, yang berdiri pada 2022 di bawah naungan Pondok Pesantren Darunnajah.

Rektor Universitas Darunnajah yang juga Pimpinan Pondok Pesantren Darunnajah, K.H. Hadiyanto Arief, menyatakan program tersebut disiapkan sebagai jawaban atas persoalan itu.

Ia menyebut program doktor ini berangkat dari pertanyaan mendasar mengenai ilmu yang selama ini menjadi fondasi pengelolaan pesantren.

“Dengan ilmu apa sebenarnya pesantren selama ini dikelola?” ujarnya.

Menurut Kiai Hadiyanto, pesantren telah terbukti bertahan lintas generasi tanpa bergantung pada anggaran negara maupun konsultan manajemen modern. Namun pengetahuan mengenai cara pengelolaannya lebih banyak tersimpan dalam praktik dan pengalaman para kiai, sehingga ketika seorang kiai wafat, sebagian pengetahuan kepemimpinannya kerap ikut hilang.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Ia menegaskan, pembaruan manajemen tidak berarti mengubah jati diri pesantren. Nilai-nilai pokok seperti keikhlasan, kesederhanaan, kemandirian, dan kepatuhan kepada guru tetap menjadi pondasi, sementara yang berkembang adalah instrumen dan tata kelolanya.

Program doktor ini diarahkan untuk menjawab persoalan nyata pesantren, antara lain keberlanjutan kepemimpinan dan suksesi, pengelolaan wakaf produktif, keberlanjutan pembiayaan, serta pengembangan kelembagaan. Kehadirannya melengkapi jenjang sarjana dan magister Manajemen Pendidikan Islam yang lebih dulu berjalan di kampus tersebut.

Olah TKP ledakan bom rakitan yang dibawa seorang pelajar ke Madrasah Aliyah Negeri (MAN) 3 Padang, Sumatra Barat

Wamenag Minta Publik Tak Langsung Kaitkan Ledakan di MAN 3 Padang dengan Radikalisme

Wamenag Romo Muhammad Syafi'i mengatakan pengalaman dari sejumlah kasus sebelumnya menunjukkan dugaan awal tidak selalu terbukti setelah penyelidikan selesai.

img_title

VIVA.co.id

16 Juli 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |