Wamenkomdigi Nezar Patria Ingatkan Bahaya AI untuk Jurnalis: Awas Data Poisoning

3 days ago 5

Kamis, 10 September 2026 - 23:40 WIB

VIVA - Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria menyoroti risiko data poisoning dari penggunaan kecerdasan buatan (AI) dalam produksi berita yang dapat mengakibatkan kekeliruan informasi.

Ia menjelaskan, sebagian jurnalis saat ini mengandalkan AI dalam membuat berita tanpa melakukan peliputan langsung ke lapangan. Sedangkan dalam membuat berita, AI sangat bergantung pada data dari berbagai sumber.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Karena AI tanpa data tidak bisa bekerja dan data itu juga bisa salah. Ada yang namanya data poisoning dalam proses penerapan artificial intelligence," katanya di Jakarta, Kamis, 10 September 2026.

Ia juga memaparkan bahwa data poisoning terjadi ketika data yang digunakan AI dalam membuat berita telah dirusak atau tidak valid. Meski demikian, sistem AI menganggap data tersebut benar dan mengolahnya hingga menghasilkan informasi yang salah.

"Data poisoning itu artinya data yang ada itu dirusak, teksnya, validitasnya itu dibuat kacau, dan itu kemudian membuat mesin menganggapnya itu benar dan dia memprosesnya lalu hasilnya jadi (informasi) salah," ujarnya.

Nezar Patria menilai, adopsi teknologi AI menjadi tantangan yang dihadapi industri media. Kehadiran AI membuat proses produksi berita tidak harus melalui proses observasi dan verifikasi langsung oleh wartawan.

"Jadi, di jurnalisme ini menjadi tantangan yang sangat serius. Selain pukulan untuk bisnis, juga pukulannya untuk hal yang paling mendasar tentang kode etik nomor satu di seluruh organisasi wartawan di dunia, yaitu reporting the truth (melaporkan kebenaran)," ungkap wamenkomdigi.

Ia mengatakan dahulu wartawan harus turun ke lapangan, mengamati kejadian, dan melakukan wawancara untuk mengumpulkan dan memverifikasi informasi sebelum diolah menjadi berita.

Namun, kini AI bisa mengumpulkan informasi dari berbagai sumber dan kemudian mengolahnya menjadi sebuah berita. Untuk mencegah risiko misinformasi, Nezar mengatakan pemerintah mendorong penggunaan AI yang tetap memperhatikan kebenaran informasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Komdigi telah membuat surat edaran mengenai etika penggunaan AI dan mengarahkan jurnalis untuk menggunakan AI sesuai pedoman yang telah dirumuskan Dewan Pers.

"Bagaimana caranya informasi yang diterima oleh publik itu terjamin kebenarannya. Jadi tidak menjadi korban misinformasi dan disinformasi atau pun hoax," jelas Wamenkomdigi Nezar Patria.

Wamenkomdigi Nezar Patria.

Revisi UU Hak Cipta, Pemerintah Kaji Aturan Konten Buatan AI

Wakil Menteri Komunikasi dan Digital (Wamenkomdigi) Nezar Patria mengatakan, pemerintah masih membahas sejauh mana konten buatan AI akan diatur dalam revisi UU Hak Cipta.

img_title

VIVA.co.id

10 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |