Wapres Gibran Tengok Orangutan Terdampak Karhutla Diapresiasi, Langkah Konkret untuk Habitat Satwa Didorong

3 hours ago 1

Senin, 14 September 2026 - 08:12 WIB

Jakarta, VIVA – Langkah Wakil Presiden Gibran Rakabuming Raka terhadap kondisi satwa liar saat melakukan kunjungan ke pusat rehabilitasi orangutan di Kalimantan Tengah diapresiasi. Hal itu dinilai merupakan bentuk keperdulian Pemerintah terhadap kelestarian orangutan di masa depan

Chief Executive Officer Borneo Orangutan Survival Foundation (BOSF), Jamartin Sihite mengatakan, Dalam kunjungan tersebut, Wapres melihat secara langsung kondisi orangutan di tengah dampak asap kebakaran hutan dan lahan. Gibran melihat orangutan yang tengah menjalani perawatan, termasuk satwa yang membutuhkan nebulizer akibat gangguan pernapasan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Dari apa yang beliau (Gibarn) lihat dan dari pengalaman kami, beliau memberikan perhatian yang cukup besar terhadap satwa liar, tidak hanya orangutan,” kata Jamartin dikutip dari keterangannya, Senin, 14 September 2026.

Menurutnya, kunjungan langsung penting karena pemerintah dapat melihat sendiri bagaimana karhutla memberikan dampak tidak hanya kepada manusia, tetapi juga kehidupan satwa di dalam hutan. “Kalau orangutan terdampak, bayangkan satwa liar lain di hutan yang juga terdampak. Ini harus menjadi perhatian Presiden dan Wakil Presiden,” katanya.

Meski memberikan penilaian positif terhadap perhatian tersebut, Jamartin mengatakan tindak lanjut konkret masih perlu dilihat. “Apakah ada langkah konkret, ya kita lihat sama-sama. Tapi saya pikir, dengan pemerintah memberi perhatian terhadap satwa, kami berharap ke depan langkah-langkah konkret yang bisa kita lakukan bersama semakin jelas,” ujarnya.

Salah satu hal yang didorong BOSF adalah perlindungan terhadap kawasan hutan yang masih menjadi habitat orangutan dan satwa liar lain. Jamartin meminta kawasan tersebut tidak mudah dikonversi menjadi pertambangan, perkebunan, atau penggunaan lain.

Ia juga menyoroti kawasan yang secara fisik masih berhutan, tetapi dalam peta tata ruang dapat dialihfungsikan. Menurutnya, kawasan semacam itu perlu diperiksa secara lebih rinci apabila masih menjadi habitat satwa.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

“Kalau itu masih menjadi tempat tinggal orangutan, janganlah dikonversi. Walaupun secara umum bisa dikonversi. Ini harus dicek secara mikro dalam peta,” katanya.

Di luar perlindungan habitat, Jamartin juga mendorong penguatan sistem pencegahan karhutla. Ia menilai pemerintah dan berbagai pihak selama ini masih kerap bergerak setelah kebakaran terjadi, padahal upaya pencegahan jauh lebih murah dan efektif.

Halaman Selanjutnya

Karena itu, early warning system, kesiapan anggaran kebencanaan, serta langkah pencegahan berdasarkan indikator cuaca perlu diperkuat.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |