XLSmart Garap 'Tol Bawah Laut' 8.000 Km

1 day ago 8

Sabtu, 12 September 2026 - 21:42 WIB

VIVA - Langkah besar baru saja diambil XLSmart untuk memperkuat 'tol bawah laut' Indonesia. Operator telekomunikasi hasil merger XL Axiata dan Smartfren itu melalui unit usahanya, XLSmart for Business, sedang menggarap proyek kabel laut raksasa sepanjang 8.000 kilometer bernama CANDLE Cable System.

Sistem komunikasi kabel laut (SKKL) ini akan menghubungkan Indonesia, lewat Batam, dengan Singapura, Malaysia, Filipina, Taiwan, hingga Jepang. Proyek tersebut mulai dibangun sejak Desember 2024 dan ditargetkan beroperasi pada 2028.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pembangunannya kini memasuki tahap penting setelah Golden Buoy mendarat di Tanjung Bemban, Batam, Jumat, 11 September 2026. Mengapa harus Batam? Pemilihan Tanjung Bemban bukan tanpa alasan.

Wilayah ini kian melesat sebagai pusat (hub) data center dan magnet bagi berbagai perusahaan teknologi global (hyperscaler). Kehadiran jaringan CANDLE bakal menghubungkan pusat-pusat data di Batam langsung ke berbagai negara Asia, sekaligus memperkuat posisi Indonesia dalam peta digital regional.

Pengembangan infrastruktur berskala jumbo ini tidak dilakukan sendirian. XLSmart bergandengan tangan dengan raksasa teknologi dan telekomunikasi dunia, seperti Meta, Globe Telecom, IPS Inc., Telekom Malaysia, serta SoftBank Japan, dengan menggandeng NEC sebagai penyedia teknologi.

Director and Chief Enterprise Business Officer XLSmart Andrijanto Muljono mengaku jika CANDLE disiapkan untuk mengantisipasi kebutuhan konektivitas dalam jangka panjang, terutama di tengah pertumbuhan ekonomi digital dan penggunaan data yang terus meningkat.

Menurutnya, kehadiran jaringan tersebut diharapkan memperluas akses pelaku usaha Indonesia terhadap jaringan digital regional. "Infrastruktur ini juga akan menjadi jalur alternatif konektivitas internasional dengan kapasitas besar," ungkap dia.

Batam dipilih sebagai salah satu titik pendaratan karena posisinya yang strategis di kawasan barat Indonesia. Kota ini berkembang sebagai lokasi data center (pusat data) dan menjadi salah satu hub bagi perusahaan teknologi serta telekomunikasi.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Nantinya, jaringan CANDLE akan menghubungkan data center di Batam dengan sejumlah negara di sepanjang rute kabel. Konektivitas ini dapat mendukung kebutuhan perusahaan terhadap layanan cloud, kecerdasan buatan (AI), dan berbagai layanan digital yang membutuhkan kapasitas serta keandalan jaringan tinggi.

Dalam proses pembangunan, XLSmart juga berkoordinasi dengan pemerintah dan pemangku kepentingan terkait. Perusahaan menyebut proses perizinan terus berjalan agar pembangunan dilakukan sesuai regulasi.

Halaman Selanjutnya

Bagi Batam, hadirnya landing point CANDLE berpotensi memperkuat perannya dalam ekosistem digital regional sekaligus membuka peluang bagi pertumbuhan data center dan bisnis berbasis digital di kawasan tersebut.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |