Jumat, 11 September 2026 - 14:00 WIB
VIVA –Hari ini 25 tahun sudah insiden serangan 11 September 2001 atau yang dikenal dengan tragedi 9/11. Serangan ini menyebabkan ribuan orang tewas dan membawa dampak besar bagi dunia hingga bertahun-tahun setelahnya.
Lantas seperti apa insiden tersebut? Melansir laman BBC Internasional, Jumat 11 September 2026, insiden mengerikan ini bermula saat sejumlah pembajak mengambil alih 4 pesawat terbang di wilayah timur Amerika Serikat pada 11 September 2001 pagi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pesawat tersebut kemudian diarahkan untuk menabrak sejumlah bangunan penting di New York dan Washington. Dua pesawat dibawa menabrak menara kembar World Trade Center di New York. Sementara itu, 17 menit pesawat kedua menghantam menara lainnya setelah pesawat pertama menabrak gedung tersebut.
Pesawat yang menghantam gedung tersebut tersebut memicu kebakaran besar dan membuat orang-orang yang berada di lantai atas terjebak. Asap tebal juga menyelimuti kota. Dalam waktu kurang dari dua jam, kedua menara yang masing-masing memiliki 110 lantai itu runtuh dan menimbulkan kepulan debu dalam jumlah besar.
Tak sampai di situ saja, pesawat ketiga menghantam sisi barat Pentagon, markas besar militer Amerika Serikat yang berada tidak jauh dari Washington DC, ibu kota negara tersebut. Sementara itu, pesawat keempat jatuh di sebuah lapangan di Pennsylvania setelah para penumpang berusaha melawan para pembajak. Pesawat tersebut diyakini akan digunakan untuk menyerang Gedung Capitol di Washington.
Akibat insiden tersebut 2.977 orang dikabarkan meninggal dunia tetapi tidak termasuk 19 pembajak. Sebagian korban tewas berada di New York. Dari 2.997 orang yang tewas diketahui 246 penumpang dan awak di dalam empat pesawat tewas. Sementara itu, 2.606 orang teas di menara kembar baik saat serangan terjadi maupun kemudian akibat luka yang mereka alami. Sementara 125 orang dinyatakan tewas di Pentagon.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Korban termuda adalah Christine Lee Hanson yang berusia dua tahun, sedangkan korban tertua adalah Robert Norton yang berusia 82 tahun. Keduanya merupakan penumpang pesawat.
Ketika pesawat pertama menabrak gedung, diperkirakan ada sekitar 17.400 orang di dalam dua menara World Trade Center. Tidak ada seorang pun yang berada di atas titik benturan di Menara Utara yang berhasil selamat. Namun, di Menara Selatan, 18 orang berhasil melarikan diri dari lantai yang berada di atas titik benturan.
Halaman Selanjutnya
Warga dari 77 negara berbeda termasuk di antara para korban. New York City juga kehilangan 441 petugas tanggap darurat dalam tragedi tersebut.

2 hours ago
1











