Tekan Impor, Danantara dan BP BUMN Dorong Pertamina Dongkrak Produksi LNG Dalam Negeri

4 hours ago 1

Jumat, 11 September 2026 - 12:27 WIB

Jakarta, VIVA BP BUMN dan Danantara mendorong PT Pertamina (Persero) untuk terus meningkatkan produksi LNG dalam negeri, sebagai bagian dari upaya memperkuat ketahanan energi sekaligus mengurangi ketergantungan terhadap impor.

Dalam pertemuan di Wisma Danantara pada Kamis, 10 September 2026, Pertamina menyampaikan bahwa kebutuhan LNG diproyeksikan semakin dominan setelah 2025. Pada 2029, porsi LNG diperkirakan akan mencapai lebih dari 50 persen dari keseluruhan pasokan gas.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kepala BP BUMN sekaligus COO Danantara, Dony Oskaria menilai, peningkatan kemampuan memasok LNG dari dalam negeri, menjadi hal penting untuk mengurangi ketergantungan terhadap pasokan impor.

“Yang paling penting ada progres. Artinya, kalau kebutuhan kita 50 persen, kita sudah bisa suplai dari dalam negeri,” kata Dony sebagaimana dikutip dari Instagram resmi BP BUMN, Jumat, 11 September 2026.

Selain LNG, Pertamina juga tengah mengembangkan jaringan gas (jargas) dan compressed natural gas (CNG), yang akan disalurkan langsung ke rumah-rumah masyarakat.

Salah satu skema yang dikembangkan yakni melalui mother station CNG, yang ditargetkan dapat menyalurkan pasokan gas hingga melayani sekitar 12.000 rumah.

Dony pun mengapresiasi pengembangan jargas dan CNG tersebut, yang dinilai dapat memberikan dampak signifikan terhadap pengurangan ketergantungan Indonesia terhadap LPG impor.

“Ini bisa menurunkan ketergantungan secara signifikan. Kombinasi antara jargas dan CNG ini luar biasa. Dampaknya terhadap kita signifikan, terutama untuk mengurangi impor dan ketergantungan kita terhadap LPG” ujar Dony.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Dia menekankan, upaya penguatan produksi LNG dalam negeri serta pengembangan jargas dan CNG, menjadi bagian dari langkah strategis untuk mengoptimalkan pemanfaatan gas bumi domestik.

"Upaya tersebut diharapkan tidak hanya memperluas akses masyarakat terhadap energi berbasis gas, tetapi juga menekan kebutuhan impor dan memperkuat kemandirian energi nasional," ujarnya.

Pertamina mensukseskan rangkaian pengujian Sustainable Aviation Fuel (SAF)

Pertamina Patra Niaga Tegaskan Pengembangan Minyak Jelantah Jadi SAF Bagian Penerapan Ekonomi Sirkular

Pertamina Patra Niaga terus mengembangkan produk Sustainable Aviation Fuel (SAF) sebagai alternatif pemanfaatan bahan baku Used Cooking Oil (UCO) atau minyak jelantah.

img_title

VIVA.co.id

11 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |