VIVA – Megawati Hangestri Pertiwi menghadapi tantangan berbeda setelah meninggalkan Daejeon JungKwanJang Red Sparks dan bergabung dengan Hyundai E&C Hillstate untuk kompetisi voli Korea musim 2026/2027.
Selama dua musim memperkuat Red Sparks, nama Megawati lekat dengan perannya sebagai salah satu sumber poin utama. Kemampuan melakukan serangan keras membuat pevoli asal Indonesia tersebut menjadi salah satu pemain yang mendapat perhatian besar di Liga Voli Korea. Namun, situasi itu tidak sepenuhnya sama ketika Megawati memperkuat Hillstate.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Pelatih Kang Sung-hyung memiliki sistem permainan yang harus dipahami Megawati. Artinya, pemain berusia 26 tahun tersebut tidak hanya dituntut menyelesaikan serangan, tetapi juga mengambil bagian dalam permainan ketika Hillstate berada dalam situasi bertahan maupun saat membangun serangan.
Salah satu aspek yang menarik adalah kontribusi Megawati di depan net. Memiliki tinggi badan 186 sentimeter dengan jangkauan block mencapai 315 sentimeter, Megawati mempunyai modal fisik untuk membantu Hillstate menghadapi serangan lawan. Kemampuan tersebut menjadi bagian penting karena permainan voli modern tidak hanya ditentukan oleh siapa yang paling banyak mencetak angka.
Blok yang efektif dapat menghentikan serangan secara langsung atau setidaknya mempersempit pilihan lawan. Bola yang berhasil diarahkan kembali ke area pertahanan Hillstate juga memberikan kesempatan bagi tim untuk segera membangun serangan balik. Di sinilah peran Megawati berpotensi mengalami perkembangan bersama Hillstate.
Megawati Harus Menjadi Bagian dari Sistem
Perpindahan klub membuat Megawati kembali menghadapi proses adaptasi. Meski sudah mengenal karakter Liga Voli Korea, sistem yang diterapkan Hillstate tentu berbeda dengan Red Sparks.
Megawati harus membangun koneksi dengan setter, memahami pola serangan, sekaligus menyesuaikan diri dengan mekanisme pertahanan tim barunya. Situasi tersebut membuat tugas Megawati tidak berhenti ketika bola berada di tangannya.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sebagai opposite, dia tetap akan menjadi salah satu opsi utama dalam serangan. Akan tetapi, ketika berada di depan net, Megawati juga harus membaca arah permainan lawan dan menentukan kapan harus mengambil posisi untuk melakukan blok.
Setelah pertahanan berhasil dilakukan, transisi menjadi bagian berikutnya yang tidak kalah penting. Hillstate membutuhkan pemain yang mampu bergerak cepat dari fase bertahan ke menyerang. Megawati harus siap kembali menjadi ancaman ketika tim memperoleh kesempatan membangun serangan setelah memenangkan sebuah reli.
Halaman Selanjutnya
Perubahan peran tersebut dapat membuat permainan Megawati menjadi lebih komplet. Apalagi, Hillstate tidak hanya mengandalkan Megawati untuk urusan mencetak poin. Klub tersebut juga mendatangkan Jordan Wilson dari Amerika Serikat. Kehadiran pemain tersebut memberikan Hillstate alternatif dalam membangun serangan sekaligus membuat pertahanan lawan tidak bisa sepenuhnya berkonsentrasi kepada Megawati.

2 hours ago
2











