Pastikan Jaga Kinerja Berkelanjutan, Inalum Genjot Ekspansi dan Hilirisasi

2 hours ago 1

Jumat, 11 September 2026 - 14:34 WIB

Jakarta, VIVA – PT Indonesia Asahan Aluminium (Persero) atau Inalum memperoleh peringkat kredit internasional BBB- dengan outlook stabil dari S&P Global Ratings, yang sekaligus memperkuat kredibilitas perusahaan di pasar keuangan. Hal itu ditegaskan sejalan dengan upaya perusahaan menjaga kinerja secara berkelanjutan.

Direktur Utama Inalum Melati Sarnita menyampaikan, pencapaian peringkat tersebut memperkuat fundamental bisnis dan menjalankan transformasi industri aluminium nasional secara berkelanjutan.Investment grade ini merupakan pengakuan sekaligus tanggung jawab bagi Inalum untuk terus menjaga kinerja perusahaan secara prudent dan berkelanjutan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Di tengah agenda ekspansi dan hilirisasi, kami akan memastikan bahwa pertumbuhan tidak hanya mengejar skala tetapi tetap dibangun di atas fundamental operasional yang kuat, disiplin finansial, dan tata kelola yang baik dan kuat," kata dia dalam pernyataan resmi di Jakarta, Jumat.

Peringkat tersebut diberikan S&P Global Ratings dalam laporan yang diterbitkan pada 7 September 2026. Lembaga pemeringkat itu menilai posisi strategis Inalum dalam Grup MIND ID serta kuatnya dukungan pemerintah melalui MIND ID terhadap perusahaan.

S&P Global Ratings juga menilai Inalum memiliki peran penting dalam mendorong hilirisasi bauksit dan mengembangkan rantai nilai aluminium nasional, sejalan dengan agenda strategis MIND ID selaku perusahaan negara untuk memperkuat industri mineral dan logam terintegrasi di Indonesia.

Menurutnya, peringkat internasional tersebut melengkapi penguatan profil kredit Inalum di pasar domestik. Pada Agustus 2026, Pefindo meningkatkan peringkat Inalum satu tingkat dari idAA-/Stable menjadi idAA/Stable setelah perusahaan mempertahankan peringkat idAA-/Stable selama tiga tahun sebelumnya.

Penguatan peringkat tersebut berlangsung ketika Inalum tengah mempersiapkan peningkatan kebutuhan pendanaan untuk mendukung berbagai proyek hilirisasi aluminium pada periode 2026-2029.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Efisiensi ini didukung pasokan energi hidro yang stabil serta integrasi sumber bahan baku domestik. Keunggulan biaya itu dinilai menjadi salah satu kekuatan kredit Inalum sekaligus memberikan daya tahan perusahaan dalam menghadapi dinamika harga aluminium global.

Pemanfaatan pembangkit listrik tenaga air juga dinilai membuat smelter Inalum tidak hanya berkontribusi terhadap pengurangan emisi karbon, tetapi turut mendukung profitabilitas dan efisiensi biaya produksi perusahaan.

Halaman Selanjutnya

Saat ini, Inalum mengoperasikan smelter aluminium primer dengan kapasitas produksi sekitar 275 ribu ton per tahun. Melalui kepemilikan mayoritas di PT Borneo Alumina Indonesia (BAI), Inalum juga telah mengatasi ketergantungan impor bahan baku alumina. BAI mengoperasikan Smelter-Grade Alumina Refinery 1 (SGAR 1) di Mempawah, Kalimantan Barat, dengan kapasitas sekitar 1 juta ton alumina per tahun.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |