Blak-blakan, Pelatih Belanda Bongkar Alasan Pemain Naturalisasi Memilih Timnas Indonesia

19 hours ago 2

Kamis, 3 April 2025 - 14:40 WIB

VIVA – Kekalahan telak Timnas Indonesia dari Australia dengan skor 1-5 dalam lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 membuat sejumlah pegiat sepakbola bereaksi.

Salah satunya adalah Robert Maaskant, pelatih Helmond Sport di Eerste Divisie. Dia mengkritik keras kebijakan naturalisasi yang diterapkan Timnas Indonesia

Maaskant menilai, gelombang naturalisasi yang terjadi dianggap berlebihan dan belum menunjukkan dampak signifikan terhadap peningkatan kualitas permainan Indonesia di level internasional.  

Contohnya kala Timnas Indonesia dilibas 1-5, Kluivert menurunkan pemain berpengalaman seperti Thom Haye, Mees Hilgers, dan Calvin Verdonk. Namun, Timnas Indonesia tetap kesulitan menghadapi tekanan dari Australia. 

Hasil ini bahkan menjadi kekalahan terbesar Indonesia di Kualifikasi Piala Dunia 2026, setelah sebelumnya juga takluk dengan skor serupa dari Irak pada November 2023.  

Australia mampu menunjukkan dominasi penuh di lapangan dan mengungkap perbedaan kualitas yang masih jauh antara kedua tim.

Dalam podcast "De Maaskantine" di kanal YouTube Sportnieuws, Maaskant mempertanyakan strategi Kluivert yang terlalu bertumpu pada pemain naturalisasi.  "Sensasinya terlalu dibesar-besarkan," ujar Maaskant, dikutip dari Sportnieuws. 

"Kita bahkan tidak mengenal tim ini dan hampir tidak pernah melihat mereka bermain." 

Ia menyoroti bagaimana sepuluh pemain keturunan Belanda menjadi starter dalam laga melawan Australia, yang menurutnya merupakan bukti bahwa naturalisasi telah dilakukan secara berlebihan. 

 "Sekarang ada sepuluh pemain Belanda di starting line-up Indonesia," tambahnya. 

"Namun, Australia yang sudah terbiasa bermain di Piala Dunia tetap terlalu kuat." 

Alasan Pemain Naturalisasi Memilih Timnas Indonesia Maaskant juga menyoroti alasan utama para pemain keturunan Belanda memilih untuk membela Timnas Indonesia.  

Menurutnya, sebagian besar dari mereka tidak akan memilih Indonesia jika memiliki kesempatan memperkuat Timnas Belanda.  

"Mari kita jujur saja. Para pemain ini tidak akan memilih Indonesia jika mereka memiliki peluang bermain di tim nasional Belanda," tegasnya. Lebih lanjut, ia menilai bahwa meskipun beberapa pemain naturalisasi memiliki pengalaman di Eredivisie, mereka masih belum cukup kompetitif di level internasional.  

"Mereka adalah pemain bagus di Eredivisie, tapi tentu saja grup itu tidak ada apa-apanya di level internasional," ujarnya. 

Maaskant juga mengingatkan bahwa hasil instan dari kebijakan naturalisasi tidak bisa langsung diharapkan.  

"Hal itu tidak akan berubah dalam semalam. Jika Anda memiliki pemain-pemain yang biasa-biasa saja di level internasional, Anda tidak boleh berharap untuk memiliki tim hebat dalam waktu semalam," lanjutnya. 

Kritik ini menjadi tantangan bagi Patrick Kluivert yang kini harus mencari keseimbangan antara pemain naturalisasi dan talenta lokal.  

Meskipun ia tetap optimistis dengan potensi timnya, kekalahan dari Australia menjadi peringatan bahwa naturalisasi saja tidak cukup untuk membawa Indonesia ke Piala Dunia 2026. 

 Tanpa pembinaan pemain lokal yang kuat, strategi ini dikhawatirkan hanya menjadi solusi jangka pendek tanpa fondasi yang berkelanjutan.
 

Halaman Selanjutnya

"Kita bahkan tidak mengenal tim ini dan hampir tidak pernah melihat mereka bermain." 

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |