Deretan Peluang Karier Makin Luas di Tanah Air: dari Ritel hingga Teknologi Informasi

4 hours ago 1

Kamis, 10 September 2026 - 21:42 WIB

VIVA – Perkembangan ekonomi dan transformasi digital membuat pilihan karier di Indonesia semakin beragam. Dunia kerja tidak lagi hanya bertumpu pada sektor manufaktur atau pekerjaan konvensional, tetapi juga berkembang di bidang ritel, jasa, ekonomi digital, hingga teknologi informasi.

Bank Dunia, dikutip VIVA Kamis, 10 September 2026, mencatat perekonomian Indonesia tetap menunjukkan ketahanan di tengah ketidakpastian global. Dalam laporan Juni 2026, pertumbuhan ekonomi Indonesia diproyeksikan mencapai 5 persen pada 2026 dan meningkat menjadi sekitar 5,2 persen pada 2027–2028. 

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Namun, tantangan berikutnya adalah memastikan pertumbuhan tersebut mampu menciptakan lebih banyak pekerjaan berkualitas.

Ritel Tetap Menjadi Bagian Penting

Sektor ritel menjadi salah satu bidang yang memiliki cakupan pekerjaan luas karena berkaitan langsung dengan aktivitas konsumsi masyarakat. Perkembangan perdagangan modern, e-commerce, distribusi, hingga layanan pelanggan membuat kebutuhan tenaga kerja tidak hanya berada di toko fisik.

Pekerjaan di bidang ritel juga semakin membutuhkan kemampuan yang beragam. Selain posisi seperti staf toko, kasir, supervisor, dan pengelola operasional, perusahaan membutuhkan tenaga untuk pemasaran digital, pengelolaan inventori, analisis penjualan, logistik, hingga layanan pelanggan berbasis teknologi.

Data Bank Dunia menunjukkan pekerjaan yang melibatkan teknologi digital telah berkembang di berbagai sektor ekonomi Indonesia, termasuk perdagangan grosir dan ritel. Artinya, transformasi digital tidak hanya menciptakan pekerjaan baru di perusahaan teknologi, tetapi juga mengubah cara sektor tradisional menjalankan bisnis.

Peluang Besar dari Ekonomi Digital

Salah satu perubahan paling besar terlihat dari meningkatnya penggunaan teknologi digital dalam pekerjaan. Bank Dunia mencatat pekerja digital di Indonesia, yakni pekerja yang menggunakan teknologi digital dan internet sebagai bagian utama pekerjaannya, telah mencapai hampir 30 persen dari populasi usia kerja pada 2023. Jika dihitung berdasarkan jumlah pekerja, porsinya mencapai sekitar 43 persen.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kondisi tersebut membuka ruang bagi berbagai jenis pekerjaan baru. Bidang seperti pengembangan perangkat lunak, analisis data, pemasaran digital, keamanan siber, layanan cloud, desain digital, hingga pengelolaan platform menjadi semakin relevan.

Perusahaan di luar sektor teknologi pun membutuhkan kemampuan tersebut. Bank Dunia menilai pengembangan ekonomi digital dapat mendorong penciptaan lapangan kerja melalui industri teknologi informasi sekaligus penerapan solusi berbasis data pada sektor nonteknologi.

Halaman Selanjutnya

Teknologi Informasi Punya Potensi Besar

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |