Jakarta, VIVA – Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa mengatakan, sampai saat ini pemerintah belum berencana menurunkan besaran tarif Pajak Pertambahan Nilai (PPN).
Hal itu disampaikannya guna merespons pertanyaan soal sikap Indonesia, terkait langkah pemerintah Jepang yang berencana memangkas pajak konsumsi atas makanan menjadi 1 persen selama dua tahun mulai April 2027 mendatang.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Purbaya mengatakan, pemerintah hanya akan terus memantau perkembangan seluruh kondisi perekonomian, guna mengantisipasi adanya dinamika yang perlu diwaspadai dari sisi anggaran
"Belum, tapi saya akan lihat, saya monitor terus," kata Purbaya di Kementerian Keuangan, Jakarta, Kamis, 10 September 2026.
Menteri Keuangan, Purbaya Yudhi Sadewa
Dia menjelaskan, langkah Jepang memangkas tarif PPN merupakan respons atas melambatnya perekonomian Negeri Sakura tersebut. Hal itu dilakukan untuk menyelamatkan dan membangun perekonomian Jepang, yang saat ini tengah menghadapi tantangan.
Sementara untuk Indonesia sendiri, Purbaya memastikan bahwa pemerintah telah menyediakan subsidi dan sejumlah program lain, guna tetap menjaga daya beli masyarakat.
Meski demikian, Purbaya mengaku bahwa pemerintah tidak bisa menurunkan besaran tarif pajak, karena hal itu berkaitan dengan pelebaran defisit anggaran.
"Enggak bisa lah. Nanti kalau turun, saya dibilang desifitnya membesar, kan enggak segampang itu. Kalau saya sih maunya (pajak) 0, tapi kalau 0 kita enggak punya duit. Nanti lu pada ribut, utang semua," ujar Purbaya.
Dia menekankan, pengelolaan kebijakan fiskal harus dilakukan dengan tepat, supaya bisa seimbang dan berkesinambungan. Karenanya, pemangkasan PPN diakuinya juga akan berpengaruh pada pemangkasan subsidi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
"Jadi kita bisa membiayai ekonomi tumbuh, tapi sebagian dengan utang, dan harus menjaga utangnya enggak tumbuh terlalu besar juga. Sekarang saja udah banyak yang ribut kan, utang mulu katanya," kata Purbaya.
"Jadi kalau saya kurangi PPN segala macam itu, tanpa perhitungan yang pas dan ekonominya belum pulih, ya cuma turun saja. Nanti saya enggak bisa kasih subsidi. Makanya kita mesti timbang dengan hati-hati semuanya," ujarnya.
Purbaya Pastikan Anggaran Masih Cukup Hadapi Lonjakan Harga Minyak Dunia di Atas US$100 Per Barel
Purbaya memastikan, anggaran negara masih cukup dalam menghadapi lonjakan harga minyak dunia, yang dikabarkan telah melampaui angka US$100 per barel imbas konflik Iran-AS
VIVA.co.id
10 September 2026

5 hours ago
3











