Erick Thohir Ultimatum Wasit Jelang Super League: Saya Tangkap!

2 hours ago 1

Rabu, 2 September 2026 - 10:19 WIB

VIVA – Ketua Umum PSSI sekaligus Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora), Erick Thohir, memberikan peringatan keras kepada seluruh pihak yang terlibat dalam kompetisi Super League 2026/2027.

Erick menegaskan tidak akan memberikan toleransi terhadap praktik pengaturan skor atau match fixing yang dapat mencederai integritas kompetisi sepak bola Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Pernyataan tersebut disampaikan Erick saat menghadiri peluncuran Super League 2026/2027 di, Jakarta Pusat, Selasa, 1 September 2026.

Dalam kesempatan tersebut, Erick secara khusus menyoroti potensi pengaturan pertandingan, terutama ketika kompetisi memasuki fase akhir dan persaingan perebutan gelar maupun menghindari degradasi semakin sengit.

Ia bahkan menegaskan siap mengambil tindakan hukum jika menemukan indikasi match fixing.

"Apalagi di ujung musim ketika atas dan bawahnya sudah baik. Nah ini kita hati-hati Pak Sekjen (Yunus Nusi) sebagai Komite (Yudisial/Disiplin), kalau ada match fixing di ujung musim saya tangkap, tangkap bener loh Pak Sekjen," ujar Erick.

Menurut Erick, menjaga integritas kompetisi merupakan hal mutlak. Sebab, kepercayaan publik, suporter, penonton televisi, hingga pemegang hak siar sangat bergantung pada kualitas pertandingan yang berlangsung secara fair.

Ia menilai tidak ada artinya penonton membeli tiket maupun berlangganan siaran jika hasil pertandingan sudah diatur.

"Ini penting, karena tidak mungkin penonton TV yang beli tiket ini hadir tanpa kepuasan hasil kalau hasilnya disetting," katanya.

Di sisi lain, Erick mengapresiasi peningkatan kualitas wasit di kompetisi sepak bola Indonesia. Kehadiran teknologi Video Assistant Referee (VAR) dinilai turut membantu meningkatkan akurasi pengambilan keputusan.

"Liganya harus bersih dengan terus meningkatkan kualitas wasit. Dari catatan saya kualitas wasit luar biasa," ujar Erick.

Ia menyebut tingkat akurasi keputusan wasit di kasta tertinggi mengalami peningkatan dari sebelumnya 89,3 persen menjadi 90,7 persen.

"Yang dulunya itu 89,3 persen sekarang naik di 90,7 persen tingkat akurasinya, apalagi ada VAR," tuturnya.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peningkatan juga terjadi di kompetisi kasta kedua. Erick menyebut akurasi keputusan wasit di Championship yang sebelumnya berada di angka 75 persen kini meningkat menjadi 92,1 persen.

"Championship juga yang dulunya 75 persen akurasinya, sekarang sudah 92,1 persen wasitnya. Tambah VAR. Tidak banyak negara yang punya VAR hari ini dan kita terus konsisten dorong," jelasnya.

Halaman Selanjutnya

Erick berharap peningkatan kualitas wasit dan penggunaan VAR dapat berjalan beriringan dengan komitmen seluruh pihak untuk menjaga kompetisi tetap bersih.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |