Rupiah Melemah Pagi Ini Tertekan Eskalasi Konflik AS-Iran

1 hour ago 1

Rabu, 2 September 2026 - 10:54 WIB

Jakarta, VIVA – Nilai tukar rupiah terhadap dolar AS bergerak melemah 30 poin atau 0,17 persen menjadi Rp17.774 per dolar AS pada pembukaan perdagangan Rabu, dibandingkan penutupan sebelumnya di level Rp17.744 per dolar AS. Hal tersebut dinilai seiring eskalasi konflik antara AS dengan Iran.

“Rupiah pada perdagangan hari ini diperkirakan melemah di kisaran Rp17.750 - Rp17.820 dipengaruhi oleh global masih berlanjutnya kenaikan harga minyak seiring meningkatnya eskalasi konflik AS dan Iran,” kata analis Bank Woori Saudara Rully Nova di Jakarta, Rabu 2 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Kantor Berita Rusia, Sputnik, melaporkan bahwa AS melakukan penyerangan terhadap acara pernikahan di Iran yang mengakibatkan korban jiwa empat orang. Jika diakumulasi total serangan AS di berbagai wilayah Iran, korban yang mengalami luka-luka sebanyak 50 orang.

Sentimen lainnya berasal dari meningkatnya ekspektasi inflasi AS akan mendorong kebijakan pengetatan moneter oleh The Fed, sehingga ekspektasi kenaikan suku bunga pada bulan ini meningkat.

“Ekspektasi pelaku pasar terkait kenaikan suku bunga oleh The Fed per September meningkat menjadi 66 persen dari sebelumnya hanya 35 persen. Kenaikan bunga (diperkirakan) 25 bps (basis points) menjadi 4 persen,” ucap Rully.

Melihat sentimen domestik, surplus neraca perdagangan yang semakin kecil memberikan tekanan bagi rupiah seiring tren permintaan dolar AS yang naik untuk pemenuhan impor. Begitu pula angka inflasi yang meningkat dengan tren yang dinilai cukup tinggi.

Badan Pusat Statistik (BPS) mencatat bahwa neraca perdagangan barang Indonesia mengalami surplus senilai 3,70 miliar dolar AS pada periode Januari-Juli 2026. Adapun inflasi sebesar 0,21 persen secara bulanan (month-to-month/mtm) pada Agustus 2026. (Ant)

Ilustrasi Bendera Iran

Gegara Selat Hormuz, Peru Putuskan Hubungan Diplomatik dengan Iran

Peru mengecam kebijakan Iran dan memutuskan hubungan diplomatik dengan Iran karena pembatasan ketat di Selat Hormuz yang dinilai mengganggu perdagangan internasional

img_title

VIVA.co.id

2 September 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |