Jaksa Agung: Perjalanan Kejaksaan Tak Selalu Mulus, Kita Sering Terpuruk dan Kecewa

2 hours ago 2

Rabu, 2 September 2026 - 10:28 WIB

Jakarta, VIVA – Jaksa Agung ST Burhanuddin mengaku institusi yang dipimpinnya tak selalu menghadapi jalan yang mulus. Ia menyebut Kejaksaan mempunyai tantangan tersendiri, baik dari dalam maupun luar institusi.

Hal itu diungkapkan Burhanuddin dalam pidatonya di Upacara Hari Lahir Kejaksaan pada Rabu, 2 September 2026.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita tahu perjalanan Kejaksaan tidak selalu mulus. Tantangan datang dari dalam dan luar, menguji kita berulang kali. Tak jarang kita terpuruk dan kecewa," kata Burhanuddin.

Namun, Burhanuddin menegaskan Korps Adhyaksa tetap harus hadir dan memberikan pelayanan terbaik bagi masyarakat Indonesia. Ia tak memungkiri bahwa Kejaksaan sering menghadapi ujian yang berat.

"Di tengah berbagai ujian yang sedang kita hadapi, kita diingatkan bahwa insan Adhyaksa harus senantiasa siap hadir, siap bekerja, dan siap mengabdi kapan pun negara dan masyarakat membutuhkan," ujar dia.

Burhanuddin mengalu tantangan yang dihadapi Kejaksaan sering membuat dirinya merenung. Sebab, Kejaksaan merupakan institusi yang harus mengabdi kepada negara dan masyarakat.

"Tantangan ini kemudian menggugah batin saya untuk merenung dan melahirkan pertanyaan. Sudahkah kita merenung dan melahirkan pertanyaan? Sudahkah kita berada di jalan yang benar? Sudahkah kita memberikan yang terbaik bagi masyarakat dan bangsa ini?," katanya.

Namun, ia menegaskan Korps Adhyaksa harus bangkit dari keterpurukan. Burhanuddin meminta seluruh jajarannya agar memulihkan kepercayaan dan mengembalikan marwah institusi yang sempat disorot seluruh masyarakat di Indonesia.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

"Kita tidak boleh larut dalam keterpurukan. Tiap keterpurukan harus menjadi titik balik menuju keadaan yang lebih baik. Inilah saatnya kita bangkit bersama, memulihkan kepercayaan, mengembalikan marwah institusi, dan membuktikan bahwa Kejaksaan mampu melewati ujian hingga menjadi semakin kuat. Inilah waktunya. Badai harus berlalu," kata Burhanuddin.

"Kebangkitan Kejaksaan tidak lahir dari seorang kebijakan atau satu generasi belaka. Kebangkitan hanya akan menjadi bagi insan Adhyaksa, memiliki kesediaan, berjalan bersama. Pengalaman mengajarkan satu hal, tanpa soliditas dan solidaritas kita tak akan mampu bertahan," imbuhnya.

Terdakwa kasus dugaan korupsi pengadaan Chromebook di lingkungan Kemendikbudristek, Nadiem Makarim (tengah)

Sidang Banding Nadiem Memanas, Eks Jaksa Agung Singgung Kewajiban Kejagung

Mantan Jaksa Agung RI periode 1999–2001, Marzuki Darusman, menyoroti proses hukum perkara pengadaan Chromebook yang menjerat eks Mendikbudristek Nadiem Anwar Makarim.

img_title

VIVA.co.id

28 Agustus 2026

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |