Karhutlah, DPRD Provinsi Jambi Pastikan Bara Padam dan Gambut Kembali Basah

2 hours ago 1

Rabu, 2 September 2026 - 10:29 WIB

Jambi, VIVA – Wakil Ketua DPRD Provinsi Jambi Ir. H. Ivan Wirata, mengingatkan pemerintah daerah dan Satgas Karhutla agar tidak terburu-buru mengendurkan operasi setelah jumlah hotspot harian menunjukkan penurunan tajam pada awal September 2026.

Berdasarkan laporan harian Satgas Karhutla Provinsi Jambi per 1 September 2026 pukul 19.00 WIB, hanya terpantau 19 hotspot hingga pukul 16.00 WIB, setelah pada 31 Agustus tercatat 11 hotspot. Namun, laporan tersebut mencatat akumulasi hotspot 2026 sebesar 5.198 titik dan estimasi luas lahan terbakar 1.776,56 hektare.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Data luas terbakar 1.776,56 hektare juga dikonfirmasi dalam rapat koordinasi pemerintah daerah dan pemberitaan terbaru. Data pemerintah mencatat Sarolangun sebagai wilayah dengan luas terbakar terbesar, disusul Batanghari, Muaro Jambi dan Tanjung Jabung Barat.  

“Turunnya hotspot adalah kabar baik, tetapi jangan dimaknai bahwa pekerjaan selesai. Justru sekarang kita memasuki fase yang sangat menentukan: memastikan bara benar-benar padam, lahan tidak terbakar kembali, gambut kembali basah dan kualitas udara kembali sehat,”ujarnya.

Ivan mengatakan evaluasi Karhutla tidak boleh hanya bertumpu pada angka hotspot harian.

Menurut data pemerintah hingga akhir Agustus, luas Karhutla mencapai 1.776,56 hektare. Sarolangun tercatat sekitar 473,64 hektare, Batanghari 374,50 hektare, Muaro Jambi sekitar 325 hektare, Tanjung Jabung Barat 292,30 hektare dan Tanjung Jabung Timur 189,63 hektare. 

“Hotspot bisa turun dalam hitungan hari, tetapi lahan yang sudah terbakar tidak otomatis pulih. Karena itu September harus menjadi bulan pendinginan, pembasahan kembali dan pemulihan,"jelasnya selasa, 1 september 2026.

Ivan juga meminta pemerintah memperkuat metodologi pengukuran luas kebakaran. Hal itu dinilai penting karena terdapat perbedaan angka antara data pemerintah dan analisis pihak nonpemerintah mengenai luasan Karhutla Jambi. 

Menurutnya, perbedaan tersebut sebaiknya dijawab melalui transparansi metodologi, verifikasi lapangan dan pemetaan spasial yang dapat dipertanggungjawabkan.

ADVERTISEMENT

GULIR UNTUK LANJUT BACA

Peringatan Ivan sejalan dengan keterangan BPBD Provinsi Jambi bahwa sejumlah lokasi Karhutla telah memasuki tahap pendinginan, namun kawasan gambut tetap harus dijaga karena panas dan bara di bawah permukaan dapat kembali memunculkan api.  

“Ini alasan saya mengatakan jangan buru-buru demobilisasi. Di gambut, tidak terlihat api bukan berarti persoalan selesai. Pastikan tidak ada bara, lakukan pendinginan, ukur kondisi air dan jaga lokasi sampai benar-benar aman.”

Halaman Selanjutnya

Ivan meminta jaringan pos dan tim lapangan mengubah fokus operasional secara bertahap dari pemadaman menjadi mopping up, rewetting dan monitoring.

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |