Rabu, 20 Mei 2026 - 06:00 WIB
VIVA – Serangan gabungan Amerika Serikat (AS) dan Israel ke Teheran pada 28 Februari 2026 lalu, telah memberikan gambaran secara langsung tentang kesiapan rakyat Iran dalam mengahdapi potensi ancaman dan serangan serupa di masa mendatang, di tengah proses negosiasi damai Teheran dan Washington yang buntu.
Kesiapan itu digambarkan oleh sekelompok warga Iran berkumpul di sekitar seorang anggota Garda Revolusi, mempelajari cara menggunakan senapan serbu AK-47, untuk berjaga-jaga jika mereka harus membela negara dari serangan AS yang kembali terjadi.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Selama hampir setengah jam, prajurit tersebut mendemonstrasikan berbagai jenis amunisi dan cara merakit serta membongkar Kalashnikov menggunakan papan ilustrasi yang dipasang di belakangnya di Lapangan Haft-e Tir.
Pihak berwenang telah mendirikan pos pelatihan militer di seluruh Teheran dalam beberapa hari terakhir untuk mengajarkan dasar-dasar penanganan senjata kepada masyarakat, karena mereka berupaya mempersiapkan masyarakat Iran untuk kemungkinan kembali berperang.
Kota ini terhindar dari serangan tanpa henti sejak dimulainya gencatan senjata pada 8 April, yang menghentikan hampir 40 hari perang dengan Amerika Serikat dan Israel, tetapi kekhawatiran tetap ada bahwa pertempuran dapat dimulai kembali kapan saja.
"Respons dari masyarakat, dari perempuan dan laki-laki, sangat luar biasa. Ini sepenuhnya sukarela," kata prajurit Garda Revolusi Nasser Sadeghi di pos Haft-e Tir dilansir Arab News, Selasa.
Ia menambahkan bahwa sesi pelatihan yang dimulai lebih dari dua minggu lalu tersebut mempersiapkan warga sipil dari berbagai lapisan masyarakat untuk kembali berperang.
"Tujuannya… adalah untuk mempromosikan budaya mati syahid dan membalas darah pemimpin," katanya, merujuk pada mendiang pemimpin tertinggi Ali Khamenei, yang tewas dalam serangan mendadak AS-Israel yang memulai perang pada 28 Februari.
ADVERTISEMENT
GULIR UNTUK LANJUT BACA
Sejauh ini, pelatihan hanya mencakup penggunaan senapan serbu, tetapi Sadeghi mengatakan, "Insya Allah, dalam beberapa hari mendatang, tergantung pada apa yang dianggap tepat oleh otoritas yang lebih tinggi, senjata lain juga akan dibawa untuk pelatihan."
Para peserta pelatihan termasuk pria dengan sedikit pelatihan militer sebelumnya serta wanita yang mengenakan cadar, beberapa di antaranya mengenakan ikat kepala dan gelang bergambar bendera Iran.
Halaman Selanjutnya
Para penonton, termasuk anak-anak dan remaja, juga terlihat berpose untuk foto dengan senapan yang tidak terisi peluru.

5 hours ago
5











:strip_icc():format(jpeg)/kly-media-production/medias/5364675/original/098242200_1759123308-padel_3.jpg)


