Sukabumi, VIVA – Setelah resmi mengumumkan perpindahan keyakinannya dari Kristen ke Islam, presenter kondang Ruben Onsu membagikan pengalaman spiritual yang menyentuh hati. Momen istimewa ini terekam dalam tayangan kanal YouTube MOP Channel pada Jumat, 4 April 2025, saat Ruben tampak khusyuk menunaikan salat di sebuah musala yang memiliki nilai emosional mendalam bagi dirinya.
Tempat ibadah tersebut merupakan Musala Al Helmiah, sebuah musala yang dibangun oleh Ruben di Kecamatan Cikidang, Kabupaten Sukabumi. Nama musala ini diambil dari nama sang ibunda, Helmiah Chalifah, sebagai bentuk penghormatan sekaligus ungkapan cinta Ruben terhadap sosok ibu yang begitu berarti dalam hidupnya. Scroll lebih lanjut ya.
Musala Al Helmiah, tertulis jelas di bangunan sederhana itu—simbol dari komitmen dan perjalanan spiritual Ruben Onsu yang kini telah menemukan ketenangan dalam Islam. Meski memiliki bentuk lebih kecil dari masjid pada umumnya, musala ini berfungsi vital bagi masyarakat sekitar untuk menunaikan ibadah salat sehari-hari.
Bangunan tempat ibadah tersebut sebenarnya sudah diresmikan sejak tahun 2022 oleh Ruben bersama mantan istrinya, Sarwendah. Saat itu, Ruben masih memeluk agama Kristen. Keputusan untuk membangun musala bahkan kala itu menuai pujian publik sebagai wujud nyata dari toleransi dan keberagaman yang dijunjung tinggi Ruben dalam kehidupannya.
Kini, tak sekadar sebagai donatur atau pembangun, Ruben datang sebagai seorang Muslim. Ia merasakan pengalaman spiritual baru: salat di musala yang ia bangun sendiri.
“Kemarin ngebangun aja, ngerenovasi aja, sekarang akhirnya tempatnya di-salat-in,” ucap Ruben.
Meski begitu, perjalanan menuju Musala Al Helmiah bukan tanpa rintangan. Ruben awalnya berniat menunaikan salat zuhur di sana. Namun rencana tersebut harus berubah karena ia terjebak kemacetan di jalan. Akhirnya, ia baru tiba saat waktu asar.
“Niatnya tadi mau (salat) zuhur (di sini), tapi baru (bisa) asar datangnya,” ungkap Ruben.
Selain terhambat lalu lintas, Ruben juga mengakui bahwa keberangkatannya dilakukan secara spontan.
“Dari rumah, 'ah ini agak nyantai, pengen salat di sana.’ Dadakan banget ini. Saya dadakan ke Musala Al Helmiah,” katanya. Ia juga menambahkan bahwa keputusannya ke musala hari itu bukanlah sesuatu yang direncanakan jauh-jauh hari.
Perjuangan Ruben untuk bisa salat di musala tersebut juga diuji oleh kondisi alam. Beberapa waktu sebelumnya, angin kencang menerpa wilayah tersebut dan sempat merusak kubah musala. “Kemarin sampai sini, sempet ada angin kencang banget, jadi kubahnya kena (angin),” tutur Ruben yang turut memeriksa langsung kondisi musala saat itu.
Kini, setelah melalui proses panjang dan penuh makna, Ruben Onsu merasa lega dan bersyukur bisa menunaikan salat berjamaah bersama warga sekitar. Sebagai ayah dari tiga anak, momen ini menjadi sangat berkesan dan menjadi tonggak penting dalam perjalanan spiritualnya.
Seiring kabar dirinya resmi menjadi mualaf yang diumumkan beberapa waktu lalu, Ruben pun membagikan bahwa ketertarikannya pada Islam telah ia rasakan sejak lama. Keputusan ini, menurutnya, bukan sekadar perubahan formal, namun lahir dari proses perenungan yang dalam.
Halaman Selanjutnya
“Niatnya tadi mau (salat) zuhur (di sini), tapi baru (bisa) asar datangnya,” ungkap Ruben.