Bersiap ke Amerika, D’Masiv Tantang Diri di Ajang Bergengsi MUSEXPO 2025

10 hours ago 2

Sabtu, 22 Februari 2025 - 13:25 WIB

Jakarta, VIVA – Band D'Masiv tengah bersiap untuk tampil di ajang bergengsi MUSEXPO 2025 di Los Angeles, Amerika Serikat. Meski sudah berpengalaman menggelar konser di luar negeri, kesempatan ini tetap menghadirkan perasaan tegang bagi para personel band tersebut.

MUSEXPO merupakan konferensi musik internasional yang telah diselenggarakan sejak tahun 2001. Acara ini digagas oleh Sat Bisla dan telah menjadi wadah bagi banyak musisi dunia, termasuk Coldplay, Muse, Adele, dan Katy Perry, untuk memperkenalkan karya mereka ke audiens global. Scroll lebih lanjut ya.

"Rasanya deg-degan ya. Kami merasa jadi seperti band baru lagi," ungkap vokalis D'Masiv, Rian Ekky Pradipta, dalam konferensi pers di Jakarta.

Partisipasi di MUSEXPO 2025 menjadi momentum penting bagi D'Masiv, terutama setelah mereka resmi menempuh jalur independen pasca berpisah dengan label Musica Studios. Dengan status baru ini, mereka berharap dapat memperluas jangkauan musik mereka ke kancah internasional.

"Kami punya mimpi yang besar. Dari gang kecil di Ciledug, kami ingin keliling dunia dengan karya-karya kami. Alhamdulillah, akhirnya kami mendapat kesempatan tampil di MUSEXPO 2025, sebuah ajang yang telah melahirkan banyak band dunia," kata Rian.

Acara MUSEXPO 2025 dijadwalkan berlangsung pada 12-20 Maret 2025 di Los Angeles. Kesempatan ini dianggap sebagai langkah awal bagi D'Masiv dalam menembus industri musik global. Setelah lebih dari dua dekade berkarya dan menjelajahi berbagai panggung di Indonesia, mereka kini siap membawa musiknya ke level berikutnya.

"Kami sudah 22 tahun bermusik, tampil di seluruh Indonesia, dari Sabang sampai Merauke. Kini saatnya menaikkan level. Mohon doanya agar kita bisa mengikuti jejak mereka dan menembus pasar global," ujar Rian.

Selama di Amerika, D'Masiv berencana tidak hanya tampil, tetapi juga memperkenalkan lebih banyak karya mereka kepada penikmat musik internasional. Mereka bahkan telah mempersiapkan materi yang khusus ditujukan untuk pasar global. Rian pun berseloroh bahwa dirinya perlu kembali belajar bahasa Inggris agar dapat lebih mudah berkomunikasi dengan audiens internasional.

"Kami bangga dan terhormat diakui sebagai musisi yang diperhitungkan di level internasional. Kami tidak ingin setengah-setengah. Kami belajar, berlatih, dan bekerja keras agar bisa memberikan yang terbaik," pungkasnya.

Halaman Selanjutnya

Source : ist

Halaman Selanjutnya

Read Entire Article
Sindikasi | Jateng | Apps |